Pantai Glagah: Gelombang Datang Breakwater Menghadang

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang memiliki keistimewaan yang luar biasa di Pulau Jawa. Daerah ini memiliki banyak kawasan wisata pantai yang terletak di bagian Selatan Pulau Jawa. Lokasi DIY berada dekat dengan Samudra Hindia sehingga pantai-pantai yang berada di DIY memiliki gelombang, arus, angin yang sangat kuat.

Salah satu pantai yang menjadi andalan wisata Pantai DIY adalah Pantai Glagah yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Pantai Glagah memiliki pemandangan laut yang bagus dengan deburan ombak tinggi akibat gelombang pecah di pinggir pantai. Namun deburan ombak yang tinggi tersebut juga sangat berbahaya bagi pengunjung. Hal ini disebabkan deburan ombak bisa datang secara tiba-tiba dan menghempas pengunjung yang ada di sekitar pantai. Akan tetapi tingginya deburan ombak bisa disebabkan oleh  tipe gelombang pecah yang terjadi.

Gelombang pecah terdiri dari spilling, plunging, surging dan collapsing. Spilling adalah gelombang pecah yang terjadi sebelum sampai di dekat pantai. Plunging adalah gelombang pecah dengan tipe hempasan berbentuk cekung ke arah pantai dan cembung ke arah laut. Surging adalah gelombang yang pecah tepat di pinggir pantai, sedangkan collapsing adalah gelombang pecah yang rendah dan menghasilkan buih pada pantai curam (Triatmodjo 1999). Menurut Tyas dan Saputro (2012) tipe hempasan gelombang di Pantai Glagah adalah plunging dan surging. Gelombang tipe ini memiliki daya hantam yang besar terhadap dasar perairan di zona gelombang pecah sehingga mampu mengangkat material yang terendap di dasar perairan. Oleh karena itu, perlu adanya perlindungan di Pantai Glagah.

Picture1
Gambar 2. Tipe-tipe Gelombang Pecah (Scheneider, 1995)

Menurut Suwedi (2006) ada beberapa cara perlindungan untuk melindungi pantai dari gempuran energi gelombang yang datang. Perlindungan pantai tersebut terdiri dari perlindungan alamiah dan perlindungan buatan. Perlindungan alamiah seperti terdapatnya hamparan pasir, gundukan pasir (sand dunes), suplai pasir, adanya tumbuhan pantai dan adanya terumbu karang. Sedangkan perlindungan buatan seperti revetment, bulkhead, jetty, sea wall, breakwater dan groin.

Wilayah Pantai Glagah memiliki perlindungan pantai buatan yaitu beakwater yang mengarah tegak lurus ke arah laut. Breakwater adalah bangunan yang digunakan untuk melindungi pantai dari hempasan gelombang besar dan juga mencegah terjadinya erosi pantai. Bangunan breakwater menjadi pelindung utama di Pantai Glagah karena perlindungan pantai secara alamiah tidak memungkinkan untuk dilakukan di Pantai Glagah. Sehingga breakwater memainkan peran penting dalam menghadang dan melindungi pantai dari hempasan gelombang.

Musrifah

Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura

Email: Fhamusrifah@gmail.com

Refrensi:

Google Earth, (2016), Explore, Search and Discover, Http:// www.earthgoogle.com.

Scheneider, D. 1995. Tempes on the Heigh Sea: The Ocean Drilling Program Narowly Avest Catashtrope. Scientific American 273:6, 14-16

Suwedi, N. 2006. Teknologi Pengembangan dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Pesisir, Pantai dan Laut Untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata. Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 7 (2): 152-159

Triatmodjo, B. 1999. Teknik Pantai. Beta offset. Yogyakarta

Tyas, D. W dan Suprapto, D.2012. Pengaruh Morfodinamika Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Keselamatan Pengunjung Pantai. Jurnal Bumi Indonesia, Vol. 1 (3) : 336-346

 

SHARE: