Pemetaan Cepat Dampak Bencana Gempa Bumi Provinsi Aceh oleh BIG dan BNPB

Berdasarkan data jumlah korban (jiwa dan material) pada gempa yang terjadi di Aceh pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2016 pukul 05.03 wib yang lalu, beberapa lokasi yang terkena dampaknya meliputi Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireun. Lokasi terparah akibat bencana gempa bumi ini adalah Kabupaten Pidie Jaya.

Pasca gempa di Aceh, BIG bekerja sama dengan BNPB dan Fakultas Teknik Jurusan Geodesi Universitas Gadjah Mada melaksanakan pemetaan cepat untuk penanggulangan bencana dengan menggunakan pesawat tanpa awak di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Mulai 8 Desember yang lalu, tim dari Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim (PKPI) BIG berangkat menuju Aceh untuk berkoordinasi dengan BNPB dan Badan Geologi dan Geodesi UGM dalam pelaksanakan pemetaan dengan cepat di lokasi bencana. Saat ini, tim sudah menyelesaikan pengolahan data untuk penyediaan data CSRT Spot 6 dan Batas Desa dari Peta RBI beserta peta analisis rawan gempa yang diolah dari Peta Multirawan Bencana BIG.

Selain pemetaan cepat, kegiatan lain yang dilakukan di lapangan adalah untuk mendapatkan informasi desa-desa yang mengalami kerusakan akibat bencana dan juga memperoleh data informasi lainnya untuk mendukung analisa dampak bencana. Tim BIG melakukan akuisisi data di Desa Jiejiem/Abah Lueng/Sarahpanyang, Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya serta Kecamatan Kembang Tanjong Kabupaten Pidie. Untuk mempercepat proses pemetaan di lapangan selain BNPB, BIG juga bekerja sama dengan pusat data geospasial Aceh.

Peta dampak bencana gempa bumi sebagian Desa Paru Keude, Bandar Baru, Pidie Jaya
Peta dampak bencana gempa bumi sebagian Desa Paru Keude, Bandar Baru, Pidie Jaya
Hasil Pemotretan Cepat dengan Menggunakan Pesawat Tanpa Awak
Hasil Pemotretan Cepat dengan Menggunakan Pesawat Tanpa Awak

Tim Survei dan Liputan : Dwi Maryanto (BIG), Farid Ibrahim (PGSP), Mega Dharma Putra (PGSP),  Anggara Setyabawana Putra (PGSP)

sumber: website resmi big.go.id

.

Share: