Puncak Hari Informasi Geospasial Ke-47

Cibinong, 17 Oktober 2016

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) resmi berdiri pada tanggal 17 Oktober 1969 sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap koordinasi pemetaan dan survei dasar sumber daya alam nasional (Keppres No 83 tahun 1969 tentang pembentukan Bakosurtanal). Pada perkembangannya, Bakosurtanal mengalami beberapa perubahan dalam hal tugas, fungsi dan struktur kelembagaan dengan dikeluarkannya UU No 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dan bertransformasi menjadi Badan Informasi Geospasial (BIG). Berdasarkan sejarah panjang itu, maka Kepala BIG pada tanggal 26 Agustus 2015 telah mengeluarkan Keputusan Kepala BIG Nomor 42 Tahun 2015 tentang Hari Informasi Geospasial.

Penyelenggaraan Hari Informasi Geospasial (HIG) Tahun 2016 dengan tema “BIG Bangkit dan Terbarukan” sebagai momentum untuk terus berubah dan menjadi besar sekaligus komitmen BIG dalam penyelenggaraan Informasi Geospasial yang mengacu kepada satu standar, satu referensi, satu geodatabase dan satu geoportal, guna mengimplementasikan Perpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy).

Tahun 2016 ini BIG mengadakan peringatan bulan HIG mulai dari tanggal 1-31 Oktober 2016. Adapun rangkaian acara HIG diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya Seminar Nasional Geomatika, pertandingan olah raga, bazar murah, khitanan massal, pengobatan gratis, donor darah, Seminar Penguatan Budaya Organisasi, dan Open House BIG “Kepoin Geospasial”, Workshop Geospasial, Workshop Purnabhakti, dan Roadshow Geospasial. Acara puncak HIG yang ke-47 ini rencananya akan dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Menteri Agraria dan tata Ruang (ATR)/ Kepala BPN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Utara dan Kepala BIG tentunya.

F-Hari IG3Selanjutnya, dalam rangka implementasi Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN), BIG akan menganugerahkan “Bhumandala  Award” kepada Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang telah mengembangkan Simpul Jaringan Informasi Geospasial-nya dalam kerangka pembangunan nasional.  Ada 5 kategori untuk penghargaan Simpul Jaringan, yaitu : Lima Simpul Jaringan Terbaik untuk kategori Kementerian/Lembaga; Lima Simpul Jaringan Terbaik untuk Kategori Provinsi; Lima Simpul Jaringan Terbaik untuk Kategori Kabupaten; Lima Simpul Jaringan Terbaik untuk Kategori Kota; serta Terbaik untuk Kategori Simpul Jaringan Berkembang. Kabupaten Bantul pada puncak peringatan Hari Informasi Geospasial Ke-47 tanggal 17 Oktober 2016 mendapat penghargaan Bhumandala Award pada Kategori Lima Simpul Jaringan Terbaik Tingkat Kabupaten. Penghargaan diberikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ka. BAPPENAS dan Kepala Badan Informasi Geospasial di Badan Informasi Geospasial Cibinong. Penghargaan diberikan karena Kabupaten Bantul berhasil menerapkan lima (5) pilar Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dalam pengembangan simpul jaringan.

Selain itu “Bhumandala Award” juga akan dianugerahkan kepada insan media dan generasi muda bangsa yang telah membuat tulisan mengenai pentingnya informasi geospasial, yaitu Lomba Penulisan Artikel Pemetaan Desa untuk Wartawan Media Cetak dan Online 2016. Total naskah yang masuk sebanyak 38 naskah artikel untuk . Sebelumnya telah dilakukan seleksi awal pada tanggal 7 Oktober 2016, dan terpilih 20 naskah yang selanjutnya diseleksi oleh Dewan Juri. Selain itu, juga diadakan Lomba Menulis Cerpen  “Peta Untuk Remaja Indonesia” SMP dan SMA dan sederajat. Jumlah naskah yang masuk dari kategori A adalah sebanyak 89 naskah. Sedangkan dari kategori B adalah sebanyak 117 naskah. Dari penilaian didapatkan 10 pemenang untuk masing-masing kategori, dimana selanjutnya 4 juara pertama diundang ke kantor BIG di Cibinong untuk mendapatkan hadiah pada acara puncak peringatan Hari Informasi Geospasial tanggal 17 Oktober 2016.

Pada peringatan tersebut juga dilakukan peluncuran buku oleh Kepala Badan Informasi Geospasial yang diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial. Salah satu buku yang diluncurkan adalah Geoekologi Kepesisiran dan Kemaritiman Daerah Istimewa Yogyakarta. Buku ini disusun oleh Parangtritis Geomaritime Science Park yang dapat menjadi referensi populer bagi pemerintah, masyarakat, akademisi dan bisnis dalam rangka mengembangkan pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta sejalan dengan program Gubernur DIY menjadikan Selatan Yogyakarta sebagai teras depan DIY.

.

Share: