Satuan Reaksi Cepat (SRC) BIG Petakan Longsor Gunungkidul dengan Teknologi UAV

Jumat malam sekitar pukul 18.30 WIB telah terjadi tanah longsor di Dukuh Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul yang menewaskan dua orang warga yang bernama Manto Miharjo (80 tahun) dan Sugiyem (75 tahun). Kedua korban merupakan sepasang suami istri yang tinggal di lereng bukit yang mengalami longsor. Evakuasi kedua korban sempat mengalami kendala karena struktur lokasi longsor yang merupakan bukit batuan yang memiliki ukuran sangat besar. Evakuasi berjalan selama dua hari, korban laki-laki ditemukan pada hari sabtu, 4 maret pada pukul 17.00 WIB dan korban perempuan dapat di evakuasi pada hari minggu 5 maret pukul 09.30 WIB. Evakuasi dilakukan oleh warga sekitar, BPBD Kabupaten Gunungkidul dan dibantu oleh Basarnas, TNI, Tagana Ngawen dan SARDA Klaten. Jenazah yang diketemukan telah dimakamkan di TPU desa setempat.

Tanah longsor terjadi pada bukit yang berada di belakang rumah yang merupakan lokasi tambang batu. Pada saat kejadian terjadi tidak ada aktivitas penambangan yang tengah dilakukan. Namun ada tiga kendaraan truck yang terkena longsor dan 1 unit kendaraan big hoe. Diduga tanah longsor tersebut terjadi akibat penambangan batu yang melebih kapasitas area penambangan sehingga menyebabkan kondisi tanah yang tidak stabil sehingga terjadi longsor. Hal ini masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang untuk menentukan penyebab pasti terjadinya longsor tersebut.

Satuan Reaksi Cepat dari Badan Informasi Geospasial (SRC-BIG) segera menuju ke lokasi setelah mendapat laporan terjadinya longsor dan tiba dilokasi pada hari senin, 6 maret untuk melakukan pemotretan foto udara pada area tanah longsor menggunakan pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle). Pemotretan udara ini bertujuan untuk mendapatkan foto udara bencana longsor yang terjadi, sehingga dapat dianalisa penyebab longsor dan luasan daerah terdampak longsor tersebut.

Peta Citra Terdampak Longsor Kabupaten Gunung Kidul 2017 s

download

Berdasarkan analisis data foto udara dan lapangan, longsor terjadi pada bentuklahan karst berupa dome dengan lapisan tanah yang tipis. Tanah permukaan ditumbuhi tanaman keras dengan diameter <20 cm. Material penyusun utama dome berupa campuran antara tuff dan kapur. Lahan tersebut ditambang untuk bahan baku bangunan. Jenis longsor yang terjadi merupakan longsor bidang berupa blok, hal itu ditandai dengan adanya bidang gelincir longsor yang terlihat sangat halus. Kebanyakan longsor disebabkan oleh hujan, namun longsor di Gunungkidul ini tidak disebabkan oleh hujan. Longsor ini disebabkan oleh struktur batuan yang kurang kuat dan diperparah dengan aktivias penambangan yang membuat instabilitas lereng. – SRC BIG

SHARE: