Transpor Sedimen Pembentuk Utama Delta Sungai

Delta merupakan daratan yang terbentuk dari hasil pengendapan sedimen yang dibawa oleh aliran sungai. Delta terbentuk hampir di semua benua di dunia kecuali di Antartika dan Greenland, yang wilayahnya tertutup salju, dimana terdapat pola penyaluran sungai dengan dimensi yang luas dan jumlah material sedimen yang besar (Boggs, 1987). Sedimen merupakan faktor utama pembentuk delta. Sedangkan yang memainkan peranan penting dalam mengangkut dan mengendapkan sedimen adalah karena adanya transpor sedimen.

1 - delta
Gambar 1. Delta Sungai (Sandy, 1985)

Proses transpor sedimen terbagi atas dua jenis muatan. Pertama, muatan tersuspensi yang di dalamnya mengandung kekuatan arus dari air atau udara menyebarkan partikel-partikel sedimen halus seperti lanau, lempung, dan pasir kemudian memindahkannya dalam aliran pada kolom air. Kedua, muatan pada lapisan dasar perairan dalam bentuk suspensi kolom air seperti boulder, pebbles, dan gravel ditranspor sepanjang dasar perairan (Rifardi, 2012).

Bentuk delta dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu proses fluvial, proses gelombang, dan dinamika pasang surut. Bila pengaruh proses fluvial dominan maka delta akan cenderung berbentuk delta kaki burung, seperti misalnya Delta Misissipi, USA. Bila pengaruh gelombang dan fluvial hampir seimbang maka akan membentuk delta lancip, seperti misalnya Delta Sungai Ebro, Spanyol. Tetapi bila pengaruh fluvial dan pasang surut hampir seimbang maka akan membentuk delta kipas seperti Delta Mahakam di Kutai Kalimantan (Summerfield, 1991).

gambar 11
Gambar 2. Faktor-Faktor Pembentuk Delta Sungai (Summerfield, 1991)

Menurut Muryani (2010) dsalah satu contohnya adalah Delta Sungai Rejoso di Pantai Utara Pasuruan, Jawa Timur. Delta Sungai Rejoso terbentuk karena terdapat tiga sungai yang bermuara di wilayah tersebut. Tiga sungai tersebut antara lain Sungai Rejoso, Sungai Sodo, dan Sungai Petung yang secara bersama-sama mengendapkan sedimen. sehingga sedimentasi di wilayah muara ini berlangsung relatif cepat, dan terbentuklah delta sungai.

gambar 1111
Gambar 3. Delta Sungai Rejoso (Muryani, 2010)

Delta memiliki peran dan manfaat yang sangat penting di wilayah muara sungai, karena delta akan membentuk sebuah ekosistem baru dan memiliki ciri khas yang berbeda dari ekosistem lain. Ciri khas tersebut berupa vegetasi tumbuhan yang tumbuh di perairan payau (mangrove), seperti yang tumbuh di wilayah Delta Sungai Rejoso. Selain itu lahan delta di Muara Sungai Rejoso juga dimanfaatkan untuk tempat pemukiman, sawah irigasi, dan tambak.

Referensi:

Boggs Sam, Jr. 1987. “Principles of Sedimentology and Stratigraphy”. Merrill Publishing Company. A Bell and Howel Company. Columbus. Ohio.

Muryani, Chatarina. 2010. Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan SIG Serta Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat Di Sekitar Muara Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan. Forum Geografi. 24 (2): 173-182. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Rifardi. 2012. Ekologi Sedimen Laut Modern Edisi Revisi. Pekanbaru : UR Press.

Sandy, I Made. 1985. Geografi Regional Indonesia. Jakarta: Puri Margasari.

Summerfield. 1991. Global Geomorphology, An introduction to study of landforms. New York: Longman Scientific and Technical.

Hendrik Cahyono [Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura]

Email: hendrikcahyono29@gmail.com

SHARE: