Air Laut Sumber Air Bersih

Air merupakan kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan manusia terutama air tawar yang bersih dan sehat (Astawa, Made, & I Putu, 2011). Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia (Rahardjo, 2008). Penyediaan air merupakan perhatian utama dibanyak negara berkembang termasuk Indonesia, karena air merupakan kebutuhan dasar dan sangat penting untuk kehidupan dan kesehatan manusia (Song, Mooyoung, & Tschungil, 2009).

Kelangkaan dan kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai menjadi permasalahan yang mulai muncul dibanyak tempat, salah satunya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai (Astawa, Made, & I Putu, 2011). Kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil di tengah lautan lepas merupakan kawasan yang sangat miskin akan sumber air bersih (Nusa, 2003). Air bersih yang dimaksud adalah air yang bebas dari kotoran, bakteri yang merugikan, dan zat-zat lain yang bersifat merugikan bagi kesehatan manusia (Astawa, Made, & I Putu, 2011).

Sumber air yang hampir tidak akan habis adalah lautan (Yaningsih, Tri, & Wibawa, 2014). Air laut memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan air tawar bersih, diperlukan adanya proses atau pengolahan air laut menjadi air tawar dan air bersih.

Salah satu pengolahan air laut menjadi air tawar dan air bersih yaitu dengan proses desalinasi air laut. Desalinasi air laut merupakan teknologi canggih masa kini (Amalia & Sugiri, 2014). Desalinasi secara umum bertujuan untuk menghilangkan garam dari air yang mengandung larutan garam (Yaningsih, Tri, & Wibawa, 2014).

Proses desalinasi selalu melibatkan tiga aliran cairan, yaitu umpan berupa air garam (misalnya air laut), produk bersalinitas rendah, dan konsentrat bersalinitas tinggi (Yaningsih, Tri, & Wibawa, 2014). Teknologi desalinasi telah mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan teknologi desalinasi adalah berbasis pompa kalor (heat pump) dengan menggunakan proses humidifikasi dan dehumidifikasi (HD) (Yaningsih, Tri, & Wibawa, 2014).

 

Euis Asterina Al Gadri
euisatergad@gmail.com

Program Studi  Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura


Referensi:  

Amalia, I. B., & Sugiri, A. (2014). Ketersediaan Air Bersih dan Perubahan Iklim: Studi Krisis Air di Kedungkarang Kabupaten Demak. Jurnal Teknik PWK , 295-302.

Astawa, K., Made, S., & I, P. G. (2011). Analisa Performansi Destilasi Air Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap Radiasi Surya Tipe Bergelombang Berbahan Dasar Beton. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin , 7-13.

Nusa, S. I. (2003). Aplikasi Teknologi Osmosis Balik untuk Memenuhi Kebutuhan Air Minum di Kawasan Pesisir atau Pulau Terpencil. Jurnal Teknik Lingkungan , 16-35.

Rahardjo, N. P. (2008). Masalah Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Tiga Desa di Kabupaten Ende. JAI , 22-27.

Song, J., Mooyoung, H., & Tschungil. (2009). Rainwater Harvesting as a Suatainable. Desalination , 233-240.

Yaningsih, I., Tri, I., & Wibawa, E. J. (2014). Pengaruh Kecepatan Putaran Kompresor Terhadap Produktivitas Unit Desalinasi Berbasis Pompa Kalor dengan Proses Humidifikasi dan Dehumidifikasi. Jurnal Mechanical , 23-28.