Awal Maret, Museum Gumuk Pasir Digrebek Pengunjung

Hari Sabtu tanggal 3 Maret 2018 yang merupakan weekend pertama bulan Maret 2018 ini adalah hari yang cukup sibuk bagi Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) karena hari ini PGSP ramai dikunjungi pengunjung. Rombongan yang pertama datang dari Mahasiswa Program SM3T Universitas Negeri Yogyakarta. Pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan sudah terlihat berbondong-bondong berjalan kaki dari tempat pemberhentian bus yang berada di dusun Depok, Parangtritis.

Rombongan SM3T dari UNY ini berjumlah 340 mahasiswa dan juga ada beberapa dosen pendamping yang mendampingi. Rombongan dipersilahkan memasuki museum dan menonton film, lalu berkeliling museum. Rombongan datang tidak bersamaan, sehingga kunjungan tidak dipandu per kelompok namun per lantai. Pengunjung dipersilah. Namun, mahasiswa tetap antusias untuk bertanya mengenai pesisir dan gumuk pasir.

28577271_1601908426559178_5625949694530751616_n

Gambar 1. Mahasiswa SM3T PPG UNY Berfoto di Depan Jalur Tol Laut

28661296_1601907956559225_6693392267322016691_n

Gambar 2. Mahasiswa AMPTA Berfoto di Studio

Rombongan kedua datang dari kota Jogja, yaitu SPT AMPTA. Rombongan yang terdiri dari mahasiswa jurusan pariwisata tersebut datang menggunakan bus. Ada sekitar 175 orang dalam rombangan tersebut. Kunjungan yang diiisi dengan pemutaran video dan keliling museum tersebut berlangsung asyik. Kunjungan mahasiswa tersebut sekaligus mengumpulkan informasi dan data terkait manajemen wisata Museum Gumuk Pasir yang berada di lingkungan PGSP. Pertanyaan yang diajukan sekaligus menjadi masukan dan saran bagi pengelolaan museum di lingkungan PGSP.

Selepas rombongan mahasiswa AMPTA, kunjungan disusul dari rombongan SD Ngemplak. Siswa-siswi yang terdiri dari kelas 5 dan 6 SD tersebut tidak kalah aktif dengan pengunjung mahasiswa sebelumnya. Rombongan tersebut diajak menonton video proses terjadinya gumuk pasir, dan mereka sangat hafal dan paham. Selanjutnya, siswa SD tersebut diajak mengelilingi museum dipandu oleh mahasiswa magang dari Universitas Diponegoro. Dengan semangat, siswa laki-laki maupun perempuan menaiki setiap lantai museum. Selesai kunjungan, siswa tersebut beristirahat di lingkungan PGSP sambal bermain pasir. Siswa-siswi SD Ngemplak yang terdiri dari 72 orang tersebut merupakan peserta Wajib Kunjung Museum (WKM) dari Dinas Kebudayaan DIY. Dengan bus dari dinas, mereka meinggalkan PGSP diarahkan oleh edukator WKM dari Dinas Kebudayaan DIY.

SMP Muhammadiyah 2 Godean bersama dengan guru pendamping juga mengunjungi Museum Gumuk Pasir pada tanggal 3 Maret 2018. Rombongan datang tepat setelah adzan dzuhur. Sebanyak 229 siswa dan guru melaksanakan ibadah sholat secara bergantian di mushola PGSP. Seusai makan dan seluruh siswa siap, kunjungan dimulai dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Ada yang mulai menonton film terlebih dahulu dilanjutkan roundtrip, ada juga yang mulai dari roundtrip dilanjutkan menonton film. Pembagian kelompok tersebut untuk memberikan kenyamanan para siswa saat menonton dan menikmati koleksi yang ada di Museum Gumuk Pasir. Ketertarikan siswa terhadap Museum Gumuk Pasir sangat beragam, ada yang senang mengikuti pemandu museum menjelaskan setiap detail koleksi, ada juga yang senang menikmati koleksi secara mandiri. Mereka cukup atraktif berada di Museum Gumuk Pasir. Setelah kunjungan selesai, tidak sedikit siswa yang kembali lagi dalam Gedung museum untuk sejenak menikmati pemandangan laut dari atas atau memanfaatkan waktu untuk ber-swafoto bersama teman-temannya.

Kunjungan Hari Sabtu tersebut usai menjelang azhar. Seluruh pemandu atau pendamping kunjungan merasa sangat senang karena hari tersebut museum begitu ramai. Kurang leboh, ada 800 pengunjung dalam satu hari tersebut. PGSP berharap ke depan Museum Gumuk Pasir dapat menjadi alternatif wisata edukasi yang diminati dan ramai pengunjung, sehingga peran museum sebagai sarana pembelajaran dapat terwujudkan.

Kaka-Keke