Download Buku Geoekologi Kepesisiran dan Kemaritiman DIY

Titah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengemukakan bahwa pantai selatan Yogyakarta merupakan “halaman depan DIY” menjadi isu penting untuk segera ditindak lanjuti. Buku Geoekologi Kepesisiran dan Kemaritiman DIY ini mengupas geoekologi pesisir untuk pengembangan pariwisata, kesejahteraan masyarakat serta pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung paradigma DIY ”Among Tani Dagang Layar” sebagai renaisan kemaritiman di DIY.

‘Putar Kemudi’ yang dilakukan oleh Ngayogyakarta Hadiningrat dari ‘agraris di daratan’ menjadi ‘tebar jala di lautan’ adalah pilihan strategis yang wajib segera diwujudkan. Pilihan strategis ini juga selaras dengan Ekonomi Biru yang sering dikaitkan dengan wilayah kepesisiran. Pada akhirnya, wajah DIY yang baru diharapkan mampu mengoptimalkan industri perikanan, kelautan, dan pariwisata namun tetap mampu memberikan hasil yang berkelanjutan. Sebuah konsekuensi logis dari babak baru DIY dengan paradigma Among Tani Dagang Layar adalah menyiapkan segala kelengkapan yang diperlukan.

Tamasya Geoekologi beranjak dari Gunungkidul Handayani yang menyuguhkan Euforia pasir putih di celah Gunung seribu, menjadi aset pariwisata yang menjanjikan. Beralih ke barat, Bantul Projotamansari dengan kemelimpahan nutrisinya, subur di pesisir juga di lautnya menjadi rumah bagi Mangrove dan biota laut membangkitkan nelayan untuk menebar jala dan mengembangkan layarnya. Berakhir di Kulonprogo Binangun sebagai gerbang pembangunan strategis, digadang-gadang sebagai aerocity.

Kini, bersegera pantai selatan siap berkembang. Ini bukan tentang menang-kalah antara utara-selatan. Ini tentang mewujudkan maritime Indonesia yang siap kembali Berjaya.

Baca lengkap perjalanan Geoekologi Kepesisiran dan Kemaritiman DIY menuju “Ngayogyakarta Among Tani dagang Layar”.

Download

Share: