Hari Bumi Internasional: Bumi Sehat, Kita Selamat

Senin, 22 April 2019 diperingati sebagai Hari Bumi Internasional, setiap negara memperingati hari bumi salah satunya yaitu Indonesia. Hari bumi pertama kali dirayakan pada tahun 1970 oleh 20 juta orang Amerika (Morton, 2016) . Peringatan hari bumi semakin meng-global pada tahun 1990 dengan 200 juta orang dari 141 negara merayakan (Morton, 2016). Pada tahun 2016 semakin banyak negara yang berpartisipasi sehingga peringatan hari bumi dikoordinasi oleh jaringan hari bumi atau earth day network (Morton, 2016). Setiap tahunnya, earth day network mendukung secara global untuk gerakan lingkungan.

Hari bumi internasional di berbagai negara diperingati dengan cara melakukan suatu kegiatan yang berguna untuk melindungi bumi. Hari bumi 1970 mendapat dukungan dari berbagai kalangan (Morton, 2016). Berbagai kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk melindungi bumi agar tetap sehat, bumi akan tetap aman apabila tidak ada yang membuatnya semakin rusak. Bumi yang tidak dijaga dengan baik, akan berdampak bagi lingkungan salah satunya yaitu bencana alam yang mengakibatkan dampak buruk pada masyarakat.

Masyarakat pada saat menghadapi berbagai bencana ataupun permasalahan lingkungan seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan akan mengalami kerugian materi maupun korban manusia (Desfandi, 2015). Berdasarkan hal tersebut masyarakat internasional saat ini telah menyepakati pentingnya menjaga bumi dari pencemaran dan kerusakan dalam rangka menghadapi tantangan lingkungan di bumi (Desfandi, 2015).

Peringatan Hari Bumi Diharapkan Manusia dapat  menjaga bumi
Gambar 1. Mengurangi Polusi Udara dengan Bersepeda

Pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan perlu di tingkatkan untuk semua orang. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menyadari apa saja dampak yang ditimbulkan apabila kita tidak melindungi bumi. Upaya yang dapat dilakukan manusia untuk melindungi bumi dapat dilakukan melalui pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup (Desfandi, 2015). Gerakan yang dapat dilakukan setiap hari seperti melakukan penanaman pohon, mendaur ulang sampah, mengurangi polusi dengan bersepeda dan tidak membakar sampah sembarangan (Morton, 2016).

Mengembangkan masyarakat untuk kesadaran peduli lingkungan diharapkan dapat efektif di sampaikan melalui pendidikan lingkungan sekolah (Desfandi, 2015). Sebagai tempat belajar, sekolah dapat membantu siswa untuk memahami dampak perilaku manusia di bumi serta pentingnya bumi sebagai tempat hidup yang berkelanjutan (Desfandi, 2015). Oleh karena itu, pentingnya pemahaman tentang menjaga bumi harus ditanamkan pada setiap orang sejak kecil. Jagalah bumi agar tetap sehat!

 

Vitri Nur Salechah
vitrichaa@gmail.com

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura


Referensi:

Desfandi, M. (2015). Mewujudkan Masyarakat Berkarakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata. Jurnal Sosio Didaktika, 31-37.

Morton, J. (2016). The Story Behind Earth Day. Refuge Notebook, 33-34.

 

Referensi Gambar:

Fitri, Ayuk. (2017). http://kaltim.tribunnews.com/2017/04/22/selamat-hari-bumi-sedunia-yuk-ingat-tips-sederhana-ini-untuk-menjaga-planet-kita. Diakses pada Sabtu, 22 April 2017 10:03