Hari Meteorologi: Satu Informasi, Kita Menuju Aman Dan Waspada

Meteoroligi sangat bermanfaat bagi kehidupan
Hari Meteorologi Internasional

Sabtu, 23 Maret 2019 merupakan hari yang diperingati sebagai Hari Meteorologi Internasional atau World Meteorological Day. Informasi terkait meteorologi merupakan hal yang sangat penting karena dilihat dari kondisi cuaca yang tidak menentu dapat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Selain itu informasi meteorologi dapat digunakan untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta memberikan informasi terkait kegiatan mata pencaharian masyarakat pesisir. Lewat teknologi meteorologi terbaru, diharapkan informasi yang diberikan akurat dan secara efektif sehingga akan mengurangi dampak negatif. Mengapa kita perlu mengikuti informasi cuaca dan iklim?

Cuaca adalah keadaan udara pada saat dan wilayah tertentu yang relatif sempit dan dalam jangka waktu yang singkat. Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun dan penelitiannya dilakukan dalam waktu yang lama. Cuaca dan iklim memiliki peran besar terhadap kondisi lingkungan. Cuaca dan iklim dapat terbentuk karena unsur-unsur seperti suhu/temperatur, kelembapan udara, tekanan udara, curah hujan, angin, dan awan. Keberadaan variasi cuaca dan iklim membawa dampak yang terkadang cukup serius bagi kehidupan manusia karena terlalu ekstremnya fluktuasi tersebut (Aldrian, 2008).

Iklim di wilayah tropis ditandai dengan tingginya curah hujan dan evaporasi dimana untuk wilayah Indonesia curah hujan lebih tinggi daripada evaporasi. Karena pesatnya proses curah hujan dan evaporasi, maka wilayah tropis merupakan daerah yang paling lembap di muka bumi (Aldrian, 2008). Fenomena alam merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan banyak faktor alami sehingga gejala perubahannya akan dapat diprediksi secara dini (Irawan, 2006). Variabilitas iklim tahunan dan antar tahunan di Indonesia cukup unik karena tidak sama antar daerah dan berpengaruh pada pola cuaca serta curah hujannya. Perbedaan tersebut sangat jelas dirasakan oleh masyarakat terkait kondisi cuaca tidak menentu akibat perubahan iklim.

Perubahan iklim yang mungkin dan sudah terjadi seperti peningkatan suhu udara sehingga dapat mengancam ketersediaan air yang akan menyebabkan kekeringan. Perubahan iklim juga dapat menurunkan produktivitas pertanian akibat dampak anomali iklim El Nino dan La Nina (Irawan, 2006). Terdapat dua dampak yang menjadi isu berkenaan dengan perubahan iklim, yaitu fluktuasi curah hujan yang tinggi. Kenaikan muka laut yang menyebabkan tergenangnya air di wilayah daratan dekat pantai. Dampak lain yang diakibatkan oleh naiknya muka laut adalah erosi pantai, berkurangnya salinitas air laut, dan menurunnya kualitas air permukaan (Marpaung, Didi, & Teguh, 2012).

Strategi mengutamakan informasi penting terhadap perubahan iklim masuk ke dalam berbagai keperluan seperti memantau dalam mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim (Ridwan Nurul, 2013). Data cuaca sangat diperlukan untuk keperluan maritim yang biasanya dihubungkan dengan perikanan maupun keselamatan (Aldrian, 2008). Jenis-jenis data yang dapat disediakan berupa kondisi per-awanan, kandungan uap air yang menuju potensi cuaca buruk, kondisi hujan, angin, dan suhu permukaan laut. Jenis informasi cuaca dan iklim bagi daerah pesisir antara lain:

  1. Informasi kondisi ekstrem cuaca kelautan seperti gelombang tinggi, angin, arah dan pergerakan siklon tropis
  2. Sistem peringatan dini cuaca ekstrem
  3. Informasi iklim/ cuaca wilayah pesisir
  4. Informasi swell
  5. Peta rawan tsunami dan petir
  6. Informasi wind rose
  7. Kelembapan dan suhu udara
  8. Peta rawan tsunami dan petir

(Aldrian, 2008).

Banyak sekali informasi mengenai meteorologi yang dapat kita pelajari dan kita terapkan untuk memperluas pemahaman kita terhadap pentingnya informasi terkait lingkungan sekitar serta cara menanggulanginya. Masyarakat diharapkan untuk menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar pada saat cuaca yang tidak menentu. Hari meteorologi internasional ini diharapkan masyarakat akan lebih semangat memperdalam ilmu di bidang meteorologi terkait banyaknya manfaat yang akan diperoleh untuk keamanan kita nantinya. Tidak ada yang sia-sia selama kita belajar dan berusaha.

 

Vitri Nur Salechah
vitrichaa@gmail.com

Program Studi  Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura


Referensi:  

Aldrian, E. (2008). Meteorologi Laut Indonesia. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika.

Irawan, B. (2006). Fenomena Anomali Iklim El Nino dan La Nina: Kecenderungan Jangka Panjang dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Pangan. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, 28-45.

Marpaung, S., Didi, S., & Teguh, H. (2012). Analisis Kejadian Curah Hujan Ekstrem di Pulau Sumatera Berbasis Data Satelit TRMM dan Observasi Permukaan. Jurnal Sains Dirgantara, 127-138.

Ridwan, & Nurul, C. (2013). Penanganan Dampak Perubahan Iklim Global pada Bidang Perkeretaapian Melalui Pendekatan Mitigasi dan Adaptasi. Jurnal Teknik Sipil, 133-142.

Referensi Gambar:  

https://www.greeners.co/agenda-hari-lingkungan-hidup-maret/world-meteorological-day/ pada 15 Januari 2019