Hubungan Romantis Sains dan Bisnis di Amsterdam Science Park

Belanda memiliki beberapa nama julukan. Ada yang menyebutnya sebagai ‘Netherlands yang berarti negara rendah. Kondisi geografis Belanda memang rendah karena 65% luas negaranya ada di bawah permukaan laut (Cultural Heritage Agency of Netherlands, 2014). Berkat teknologi dari abad 17 hingga saat ini, Belanda dapat tetap mempertahankan daratannya. Oleh karena itu, orang Belanda berkata “Tuhan menciptakan Bumi, orang Belanda menciptakan Holland (Belanda)”.

Sekarang, Belanda adalah salah satu negara dengan sains yang terdepan di Eropa, bahkan di dunia. Salah satu buktinya adalah keberadaan Amsterdam Science Park (ASP). Ada perpaduan romantis antara sains dan bisnis di dalam ASP yang telah dimulai sejak lama. Di tahun 1996, Pemerintah Kota Amsterdam bekerja sama dengan Universitas Amsterdam, berbagai lembaga penelitian, dan berbagai perusahaan rintisan hingga bertaraf internasional (Leloux dan van Hoorn, 2016).

Mengusung konsep Connecting Boundless Minds (Gambar 1), ASP telah sukses menjadi mak comblang antara sains dan bisnis. Michel Haring, Profesor Fisiologi Tumbuhan dan peneliti di Fakultas Sains Universitas Amsterdam adalah contohnya. “Saya banyak berkecimpung tentang tanaman, khususnya tanaman yang stres karena serangga dan intrusi air asin. Banyak penelitian yang telah Saya lakukan dan telah diterapkan di perusahaan produsen bibit Belanda hingga internasional. Terima kasih untuk laboratorium canggih dari Universitas Amsterdam dan ASP yang telah mempertemukannya dengan dunia bisnis” kata Michel.

Sumber: ASP, 2017 (1) Gambar 1. Konsep Connecting Boundless Minds ala ASP
Sumber: ASP, 2017 (1)
Gambar 1. Konsep Connecting Boundless Minds ala ASP

Michel adalah satu dari sekian orang yang telah menemukan tempatnya di ASP. Tidak hanya dosen, peneliti, saintis, dan pebisnis profesional, bahkan mahasiswa pun dapat bergabung di ASP dan bekerja sama. Bahkan laman ASP juga menyediakan basis data organisasi atau proyek apa yang saat ini tengah dikembangkan dan tengah membutuhkan bantuan. Ada berbagai klasifikasi bantuan yang dibutuhkan. Para akademisi (termasuk mahasiswa) dan praktisi dapat bergabung, dengan status sebagai pegawai, maupun sekadar magang. Konektivitas di sini begitu tinggi dan mudah.

Sumber: ASP, 2017 (2)  Gambar 2. Basisdata Science and Business yang berkembang di bawah naungan ASP
Sumber: ASP, 2017 (2)
Gambar 2. Basisdata Science and Business yang berkembang di bawah naungan ASP

Salah satu hal yang mendukung ASP adalah kelengkapan fasilitasnya. Ada laboratorium canggih dan mutakhir, termasuk milik perusahaan teknologi ternama Belanda yaitu Nikhef dan SURFsara. Di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi, ASP hadir bersama CWI dan Equinix, ditambah dukungan koneksi internet yang termasuk salah satu paling cepat di dunia. Saking cepatnya, mampu menghubungkan 80% Eropa hanya dengan 50 miliseconds (ASP, 2017). Fasilitas lainnya adalah fasilitas olah raga, kantin dan katering, ruang pertemuan dan konferensi, stasiun kereta dan bus, toko perbaikan sepeda, dan mobil untuk digunakan bersama.

Demikian hebatnya fasilitas ASP, pada awalnya tetaplah dimulai dari yang paling sederhana: dukungan dan komitmen berbagai pihak yang berkelanjutan. Karena dari saling mendukung akan lahir romantisme antara sains dan bisnis.

Semoga kelak dapat berguru di Amsterdam Science Park

Mega Dharma Putra

Staf Parangtritis Geomaritime Science Park

mega.dharma@mail.ugm.ac.id

 

Referensi

ASP. 2017 (1). Science and Business Database. Diakses di http://www.scienceandbusinessdatabase.nl/ pada tanggal 5 Agustus 2017.

ASP. 2017 (2). ICT Facilities. Diakses di https://www.amsterdamsciencepark.nl/location-facilities/facilities/ict/ pada tanggal 5 Agustus 2017.

Cultural Heritage Agency of Netherlands. 2014. Man-Made Lowlands: A Future for Ancient Dykes in the Netherlands. Ministry of Education, Culture, and Science of Netherlands. Ameerfoort.

Leloux, Mirjam dan Peter van Hoorn. 2016. Amsterdam Science Park: A Novel Technology Transfer Ecosystem. Majalah University Industry Innovation Network Edisi Desember 2016. Amsterdam.