Kompetisi Surfing di Pantai Parangtritis, Berbahayakah?

Kamis (11/04) Tahun ini menjadi kali pertamanya kompetisi surfing dihelat di D.I Yogyakarta. Acara kompetisi bertajuk Parangtritis National Surfing Competition diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Tim SAR Kabupaten Bantul, POLAIRUD, Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Dolphin Parangtritis Surf Club, dan Ndo Boss Eksploring Parangtritis. Tujuan diadakan kompetisi surfing di Pantai Parangtritis adalah untuk menghilangkan anggapan  bahwa Pantai Parangtritis berbahaya, sehingga nantinya dapat menarik wisatawan lebih banyak lagi. Kompetisi surfing diikuti sebanyak 80 peserta. Kompetisi dibagi ke dalam tiga kategori, yakni kategori peserta umum, peserta wanita, dan peserta lokal. Lomba akan diselenggarakan selama dua hari, yakni 11-12 April 2019.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Menyelenggarakan Kompetisi Surfing di Pantai Parangtritis
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Secara Simbolis Memulai Kompetisi Surfing

Pembukaan kompetisi dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Dra. Annihayah, M.Eng. Ibu Annihayah berharap bahwa dengan adanya kompetisi surfing di Pantai Parangtritis yang diadakan ini akan banyak menarik wisatawan lokal dan asing untuk berkunjung ke Parangtritis. Mengadakan kompetisi surfing diselenggarakan dengan berbagai pertimbangan para ahli. “Awalnya ragu-ragu, namun kami diyakinkan oleh para ahli,“dikutip dari pernyataan asisten perekonomian pembangunan Kabupaten Bantul.

Pantai Parangtritis dinilai cocok untuk olahraga Surfing
Peserta Kompetisi Surfing Mencoba Menaklukkan Ombak Pantai Parangtritis

Permainan surfing tidak dilakukan oleh para amatir, namun peselancar profesional turut terlibat di dalamnya. Mengetahui karakteristik dari ombak dan morfologi pantai menjadi kuncinya. Semoga objek wisata di Kabupaten Bantul akan terus berkembang dan maju.

 


Dwi Sri Wahyuningsih
Analis Tematik Pesisir dan Kelautan
Parangtritis Geomaritime Scince Park
Badan Informasi Geospasial