Launching Sekolah Siaga Bencana (SSB) SMP N 2 Kretek

11/5-Suasana sekolah terlihat riuh akan murid-murid yang sedang melaksanakan aktivitas di luar ruangan. Tiba-tiba terdengar sirine dan letupan kembang api memulai kegemparan suasana sekolah. Segerombolan anak-anak mulai bergegas keluar kelas dengan mengangkat tas di atas kepala mereka. Aba-aba dari seorang guru mulai menertibkan anak-anak untuk melakukan evakuasi karena adanya gempa bumi. Gerakan tertata dan rapi diperlihatkan seluruh warga sekolah dalam melakukan evakuasi terhadap korban bencana. Beberapa orang guru mulai mengobati dan memapah murid-murid yang mengalami luka-luka. Sekelumit adegan tersebut merupakan bagian dari simulasi saat terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami. Seluruh warga sekolah dengan dikawal tim BPBD Kabupaten Bantul secara bersama-sama saling membantu demi suksesnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

launching smp siaga bencana 2

Bersamaan dengan Launching Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMP N Kretek, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya baru saja terjadi erupsi freatik Gunung Merapi. Debu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi bergerak ke arah Barat Daya dan Selatan. “Letusan Merapi merupakan letusan minor yang dipicu oleh akumulasi gas vulkanik,” dikutip dari laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigai bencana Geologi. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan panik dalam menghadapi bencana tersebut. Menilik terhadap bencana tersebut, SSB menjadi sangat penting untuk dibentuk untuk mempersiapkan kesiapsiagaan bencana sejak dini. Sekolah Siaga Bencana (SSB) di Kabupaten Bantul telah dibentuk kurang lebih sebanyak dua puluh sekolah. Setiap SSB yang dikelola oleh BPBD Kabupaten Bantul, secara rutin diupayakan untuk terus dilakukan edukasi bencana alam. “Persiapan sebelum bencana terus dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi bencana,” pesan Drs Didik Warsito., M.Si (Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Bantul) pada pidatonya.

Seluruh peserta dihimbau untuk terus waspada terhadap musibah terjadinya bencana alam. Kepanikan saat terjadinya bencana itu tidak diperlukan, bahkan sebaiknya dihilangkan. Diperlukan upaya yang serius untuk terus melakukan edukasi untuk mempersiapkan terjadinya bencana alam. Semoga kita nantinya akan menjadi masyarakat yang tanggap dan tangguh saat terjadinya bencana.

-DSW-

Share: