Membangkitkan Inovasi Generasi Masa Kini

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tepat diperingati hari ini dan diingat sebagai tonggak awal bangkitnya teknologi di Indonesia. Peristiwa ini diawali dengan dilaksanakannya penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hal ini tentunya suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena produk ini merupakan hasil karya anak bangsa.

Apa yang sudah dilakukan generasi masa kini? Sudahkah mereka berkontribusi untuk negeri? Dimanakah Engkau, wahai pemuda-pemudi? Apakah bersembunyi atau berpura-pura mati? Pertanyaan ini tentunya pantas ditujukan bagi pemuda-pemudi bangsa. Melihat kurangnya kesadaran mereka dalam pemanfaatan iptek yang berorietasi pada gagasan inovatif. Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada hari ini, harusnya mampu membangkitkan kesadaran mereka dalam memberikan gagasan-gagasan inovatif dan solutif dari permasalahan yang ada.

Sebagai negara maritim, tentunya banyak permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di perairan Indonesia adalah pencemaran akibat tumpahan minyak. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan salah satu negara  penghasil minyak bumi dan memiliki beberapa terminal bongkar muat [1]. Faktor lainnya yaitu sering terjadi kecelakaan kapal dan kebocoran pipa bawah laut [2].

Tabel 1. Kasus Tumpahan Minyak di Laut Indonesia dalam 15 tahun terakhir

TahunLokasiJumlah TumpahanKeterangan
2003Palembang250 tonTabrakan antara kapal beras milik PT Toba Pulp Lestari Angjang Shipping dengan Tongkang PLTUI yang membawa minyak bahan bakar diesel
2004Riau200 tonTenggelamnya Tanker Vista Marinier yang membawa minyak mentah
2008Indramayu150.000 DWTTanker Arendal mengalami kebocoran pipa
Selat Malaka550 tonKandasnya Tanker Acgis Leader
2017Selat Malaka300 tonTabrakan antara kapal tanker Wan Hai 301 dengan kapal kontainer Gibraltar
2018Teluk Balikpapan40.000 barelBocornya pipa minyak milik PERTAMINA

Sumber : Hartanto, 2008

 

Tumpahan minyak di laut dapat menimbulkan dampak buruk terhadap ekosistem laut. Tumpahan minyak yang menutupi kolom perairan ini akan mengganggu proses fotosintesis dan mengakibatkan terjadinya penurunan kadar oksigen terlarut [3]. Kondisi ini menyebabkan kematian massal organisme terutama ikan, seperti yang pernah terjadi di perairan Inggris dan Perancis pada tahun 1978 akibat kecelakaan Kapal Tanker Amono Cadiz.

Menyadari akan banyaknya kasus tumpahan minyak yang terjadi di laut Indonesia dan besarnya bahaya yang ditimbulkan, maka upaya penanggulangan pasca terjadinya tumpahan minyak di laut menjadi sangat penting. Hal ini berkaitan dengan usaha perlindungan terhadap ekosistem laut dan pesisir. Oleh karena itu, saya sebagai generasi masa kini memberikan gagasan inovatif dan solutif berupa teknologi Mr. P vs Mrs. V.

Seperti apa Mr. P vs Mrs. V? Sudah terbayang seperti apa bentuknya? Tidak seperti yang kalian bayangkan, Mr. P vs Mrs. V ini kepanjangan dari Marine Protection via using Mission for The Rescue of Oil Spill with Vacuum Separator. Konsepnya hampir sama dengan truk Pertamina yang ada di darat, bedanya teknologi ini diintegrasikan dengan kapal oil tanker milik PERTAMINA dengan nama Gamsunoro yang berbobot mati 105.000 DWT. Sama halnya dengan cara kerja vaccum, alat ini akan menghisap tumpahan minyak yang bercampur dengan air laut. Kemudian di dalam tanker akan dipisahkan komponen minyak dan air. Secara sederhana, alat ini akan menyimpan komponen minyak di dalam tanker dan membuang air laut melalui sebuah pipa.

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Gambar 1. Kapal Tanker Gamsunoro (Kimoto, 2014)

Mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk pembuatan alat ini maka diperlukan suatu perencanaan yang matang. Dalam pengoperasiannya, alat ini akan digunakan langsung oleh KPP-PTM (Komite Pengatur dan Penyelenggara Penanggulangan Tumpahan Minyak).  KPP-PTM ini tersebar di seluruh wilayah kerja yang berkoordinasi dengan instansi terkait meliputi Ditjen Migas, Badan Lingkungan Hidup Daerah, dan Ditjen Hubla [4].

Dengan gagasan ini, diharapkan mampu memberikan ide solutif bagi pemerintah dalam upaya penanggulangan tumpahan minyak di laut. Bagi generasi masa kini yang membaca tulisan ini, diharapkan mampu menyuntikkan semangat dalam berinovasi menciptakan gagasan-gagasan untuk memecahkan permasalahan yang ada di abad ini.

 

I Putu Aditya Budi Wacika
adityawacika98@gmail.com

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan
Universitas Udayana Bali


Referensi Tulisan

[1] JICA-Dephub. (2002). The Study for The Maritime Safety Development Plan in Republic of Indonesia. Jakarta

[2] Pertamina. (2002). Basic Safety Training. Diklat Khusus Dit. PKK Pertamina. Jakarta

[3] Misran, E. (2002). Aplikasi Teknologi Berbasiskan Membran dalam Bidang Bioteknologi Kelautan: Pengendalian Pencemaran. Sumatera Utara: Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik. USU

[4] BPMIGAS. (2011). Pedoman Tata Kerja Penanggulangan Tumpahan Minyak (Revisi I). Jakarta

[5] Hartanto, B. (2008). Oil Spill (Tumpahan Minyak) di Laut dan Beberapa Kasus di Indonesia. Bahari Jogja. 8(12)

 

Referensi Gambar

[1] Kimoto, K. (2014). Gamsunoro. Diakses di https://www.marinetraffic.com/en/photos pada 17 Januari 2019