Memperingati Hari Kehutanan Untuk Kehidupan

Seluruh dunia ikut serta memperingati tanggal 20 Maret sebagai Hari Kehutanan Internasional. Adanya peringatan hari kehutanan di seluruh dunia, memiliki makna agar kita sebagai manusia selalu ingat bahwa alam merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari keseharian hidup manusia. Hutan memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, baik sebagai sumber kehidupan juga sebagai tempat tinggal dan berkembangnya makhluk hidup.

Terdapat tiga negara dengan luas hutan tropis terbesar di dunia yaitu negara Brazil dengan luas hutan tropis mencapai 4.776.980 km2 (Forest Watch Indonesia, 2011)., atau sebesar 56,1% dari total daratannya (Burns, 1993). Selanjutnya pada urutan kedua terdapat di Republik Demokratik Kongo dengan luas hutan tropis mencapai 1.821.000 km2 (Forest Watch Indonesia, 2011)., atau sebesar 77,64% dari total daratannya (Bernier, 1971). Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang mempunyai hutan tropis terluas di dunia dengan jumlah luas hutan tropis Indonesia mencapai 884.950 km2 (Forest Watch Indonesia, 2011)., atau sebesar 46,41% dari total daratannya (Badan Informasi Geospasial. 2010). Dengan kata lain Indonesia memberikan banyak pengaruh terhadap keseimbangan alam dunia, dikarenakan hutan merupakan paru-paru dunia dan banyaknya jenis flora dan fauna yang hidup di hutan Indonesia.

Di era globalisasi yang sudah sangat berkembang saat ini, banyak terjadi perubahan terhadap kondisi alam akibat dari pola hidup manusia. Kondisi hutan yang ada di Indonesia begitu banyak mengalami perubahan fungsi lahan yang disebabkan oleh manusia, baik digunakan sebagai lahan permukiman, industri dan juga perkebunan. Selain itu adanya aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab melakukan penebangan hutan secara liar menyebabkan banyaknya kerusakan yang terjadi di ekosistem hutan yang ada di Indonesia (Andini, 2017). Banyak hewan-hewan yang hidup di dalamnya mati akibat kehilangan tempat tinggal dan juga tempat berkembang biak.

Maka dari itu perlu dilakukannya edukasi dan gerakan nyata bersama masyarakat dan juga warga dunia, akan pentingnya menjaga alam khususnya hutan yang saat ini merupakan paru-paru dunia. Edukasi yang dilakukan dapat berupa pemberian materi mengenai bahaya dan dampak dari pengerusakan hutan. Sedangkan untuk gerakan nyata, dapat berupa kegiatan penanaman hutan kembali.

Hutan memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup
Gambar 1. Hutan Batur di Bali (Lanang, 2018)

Salah satu contoh nyata pelestarian hutan terdapat di Desa Wonosadi yang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat yang ada di Desa Wonosadi mengelola hutan yang ada dengan membentuk badan pengelola yang diberi nama Baladewi. Dengan menggunakan konsep adat istiadat berupa kepercayaan bahwa hutan tersebut merupakan milik Pangeran Onggolotjo seorang putra Kerajaan Majapahit yang memberikan amanat pada masyarakat untuk menjaga hutan tersebut. Dengan perintah tersebutlah akhirnya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan tersebut sampai saat ini.

Selain terjaganya kondisi hutan, pelestarian ini juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat berupa kegiatan wisata alam yang memberikan keuntungan bagi masyarakat di Desa Wonosadi. Masyarakat mendapat keuntungan dari mebuka tempat penginapan untuk wisatawan dan juga berjualan makanan untuk wisatawan. Selain keuntugan ekonomi, dengan terjaganya kondisi hutan juga memberikn dampak terhadap ketersediaan air desa yang tercukupi.

Dengan demikian, adanya kesadaran dari diri sendiri secara tidak lagsung kita dapat menyelamatkan dunia dan juga mahluk hidup yang ada didalamnya agar selalu terjaga kelestariannya. Selamat merayakan Hari Kehutanan Internasional 2019. Kesadaran menjaga alam khususnya hutan sudah menjadi kewajiban kita sebagai manusia demi bumi yang lestari.

I Pande Made Lanang Kertadana
lanangganteng90@gmail.com

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan
Universitas Udayana Bali


Referensi:  

Andini, Afifah Rahmi. 2017. Komitmen Jepang Terhadap Penanganan Illegal Logging di Indonesia dalam Kerangka Asia Forest Partnership. Journal of International Relations Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017 hal. 98-105 Departemen Hubungan Internasional. Universitas Diponegoro.

Badan Informasi Geospasial. 2010. BIG Serahkan Peta NKRI Kepada Kemenkokesra. Web site: www.big.go.id

Burns, E. Bradford. 1993. A History of Brazil . 3rd ed. New York. Columbia University Press.

Bernier, Donald W. 1971. Area Handbook for the People’s Republic of the Congo. Area Handbook Series. Washington, DC. Government Printing Office.

Forest Watch Indonesia. 2014. Potret Keadaan Hutan Indonesia 2009-2013. Web site: www.forestwatchindonesia.org