Meneladani Spirit Habibie : Sukses Nawacita, Wujudkan STP Indonesia!


Pernah mendengar Apple, Hewlett-Packard, Microsoft, atau Intel? Ya, berbagai teknologi dari perusahaan kelas dunia ini lahir lewat Silicon Valley atau science park-nya Universitas Standford di California, Amerika Serikat. Pada tahun 1951, Universitas Standford membangun Standford Industrial Park di atas tanah seluas 280 hektar dan selama 30 tahun, para peneliti berkolaborasi menghasilkan banyak produk seperti Iphone, Perangkat Lunak Microsoft Office, dan lainnya.

Lalu, sudah sejauh mana pengembangan science-techno park (STP) di Indonesia? Ternyata hingga saat ini belum ada satupun STP Indonesia yang resmi tercatat di laman UNESCO (UNESCO, 2017). Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia mulai mengakomodasi potensi pengembangan STP Indonesia lewat Nawacita ke-6. Sayangnya, sebagian besar masyarakat Indonesia justru belum memahami manfaat STP. Padahal Indonesia saat ini telah memiliki lebih dari 20 STP (Kemenristekdikti, 2015).

Secara jelas tertulis dalam Nawacita ke-6 bahwa ada instruksi untuk membangun sejumlah STP di daerah-daerah menjadi upaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di tingkat internasional (KPU, 2014). Ada dua poin yang menjadi manfaat dari STP, yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing. STP mampu meningkatkan produktivitas karena pembangunan STP berbasis potensi atau permasalahan yang ada di suatu daerah. Mengapa harus demikian? Karena STP akan mencoba menemukan pengelolaan terbaik dari potensi yang ada, atau merumuskan solusi untuk tantangan yag dihadapi, dengan mengedepankan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh STP. Pada akhirnya, daya saing juga akan meningkat.

Lalu, apakah sains dan teknologi memang erat kaitannya dengan peningkatan ekonomi masyarakat? Tentu saja iya! Banyak permasalahan hidup yang dapat diselesaikan lewat sains dan teknologi. Dalam lingkup STP, sains dan teknologi digunakan untuk menghasilkan nilai tambah dari suatu produk sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu, berbagai macam peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang sains dan teknologi juga dapat berlangsung dengan baik dari keberadaan STP.

Berbicara tentang negera dengan teknologi terdepan, Indonesia pada tahun 1995 pun (sempat) membuktikan dirinya sebagai negara dengan teknologi dirgantara yang terdepan. Siapa sangka Indonesia kala itu mampu memiliki pesawat sendiri? Tidak tanggung-tanggung, teknologi kokpit yang digunakannya adalah fly-by-wire yang tercanggih di kelasnya kala itu (Dumollard, 2014; Adibroto dkk, 2012). Adalah Bacharuddin Jusuf Habibie—sekaligus Presiden RI yang ke-3—salah satu aktor yang berkontribusi penting dari terciptanya Pesawat N-250 Gatotkaca. Bahkan, Proggresion Crack Theory yang dicetuskan Habibie telah digunakan secara luas oleh industri dirgantara di seluruh dunia.

Spirit Habibie inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. Program pembangunan STP di Indonesia perlu dituntaskan karena mampu membawa manfaat yang lebih besar. Jika Indonesia saat ini membangun STP, niscaya kelak STP yang akan membangun Indonesia. Gaungkan Spirit Habibie untuk mewujudkan Science dan Techno Park Indonesia!

Referensi

Adibroto, A., B. I. Soemarwoto, B. Jatmiko, B. K. Hadi, H. Rachman, H. Tjahjono, H. Laheru, I. S. Putra, K. Ummah,       O. Diran, S. Kamil, Y. Hidayat, T. Indrianto, S. Atmadi, Atmonandi. 2012. 50 Tahun (1962-2012) Aeronautika dan       Astronautika ITB. Ikatan Alumni Penerbangan Institut Teknologi Bandung. Bandung.

UNESCO. 2017. Science Policy and Capacity-Building: Science Parks Around the World. Diakses di         http://www.unesco.org/new/en/natural-sciences/science-technology/university-industry-partnerships/science-    parks-around-the-world/ pada tanggal 29 Juli 2017.

Dumollard, Yannick. 2014. Introduction Fly By Wire Aircraf and Airbus New Technology. Dipresentasikan dalam        Technology Evolution-Impact on Airworthiness. 23-24 September 2014 di Windhoek, Namibia.

Kemenristekdikti. 2015. Daftar Science Techno Park di Indonesia. Diakses di http://stp.ristekdikti.go.id/stp pada       tanggal 29 Juli 2017.

KPU. 2014. Visi, Misi, dan Program Aksi: Jokowi Jusuf Kalla 2014. Diakses di http://kpu.go.id/koleksigambar/VISI_MISI_Jokowi-JK.pdf tanggal 29 Juli 2017.

 

Mega Dharma Putra

mega.dharma@mail.ugm.ac.id

Staf Parangtritis Geomaritime Science Park