Mengenal Geosfer Pesisir Lewat Museum Gumuk Pasir

Rabu (30/1/2019), Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) menerima kunjungan dari mahasiswa dan dosen Universitas Lampung jurusan pendidikan geografi. Kunjungan ke PGSP adalah dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan terkait pengenalan geosfer dari pulau Sumatera sampai pulau Bali. Kurang lebih 70 mahasiswa bersama dosen bersama-sama memasuki Museum Gumuk Pasir di PGSP. Berkumpul di studio 1 Museum Gumuk Pasir, pengunjung menonton video terkait geospasial Bantul. Dari video tersebut, pengunjung mengetahui morfologi bentang alam di pesisir Bantul khususnya karst dan gumuk pasir.

PGSP Menerima Kunjungan Mahasiswa dan Dosen Universitas Lampung
Universitas Lampung Belajar Geosfer di Museum Gumuk Pasir

Mahasiswa dan dosen mendapat tambahan materi terkait gumuk pasir Parangtritis yang merupakan bentang alam yang dapat diamati di pesisir Parangtritis. Banyak diskusi yang dibahas di dalam studio tersebut, seperti proses terbentuknya gumuk pasir, dinamika gumuk pasir dari tahun ke tahun, dan juga manfaat dari gumuk pasir Parangtritis. Mahasiswa cukup tertarik atas pengetahuan baru mengenai gumuk pasir Parangtritis karena pengenalan geosfer pesisir merupakan hal baru yang belum dipelajari selama perkuliahan yang baru menginjak 4 semester tersebut. Melalui Museum Gumuk Pasir, mahasiswa dan dosen mendapatkan padangan baru tentang gumuk pasir di Parangtritis dari masa dulu hingga sekarang dan akan melihat langsung bentang alam tersebut sesuai kunjungan dari museum.


Bernike Hendrastuti
Pendamping Kunjungan dan Promosi
Parangtritis Geomaritime Scince Park
Badan Informasi Geospasial