Mengenal Lebih dekat Kepesisiran Melalui Museum Gumuk Pasir

Rintik gerimis mengiringi rombongan bus Wajib Kunjung Museum (WKM) yang akan berkunjung ke Museum Gumuk Pasir. Sebanyak 3 bus WKM memasuki area Parangtritis Geomaritime Science Park. Turun dari bus, peserta WKM cuci tangan terlebih dahulu. Sebelum masuk Museum Gumuk Pasir, peserta juga diukur suhu tubuhnya. Protokol kesehatan senantiasa diterapkan selama berkunjung ke Museum Gumuk Pasir. Sejumlah 54 pengunjung dibagi menjadi dua kelompok agar penjelasan dapat diterima dengan lebih jelas serta pengunjung dapat jaga jarak.

Sebelum melakukan roundtrip museum, peserta memasuki studio untuk menonton film Kepesisiran Bantul. Penjelasan singkat mengenai Museum Gumuk Pasir serta tanya jawab mengenai proses terbentuknya gumuk pasir dilakukan setelah selesai menonton film. Kepesisiran Yogyakarta membentang dari Kabupaten Gunungkidul hingga Kabupaten Kulon Progo. Fenomena gumuk pasir yang berada di Parangtritis patut dilestarikan keberadaannya. Berada di Zona Teras Jogja pengunjung antusias dengan hasil kerajinan kepesisiran. Berbagai kerajinan yang dihasilkan di wilayah pesisir dapat dilihat secara langsung di Museum Gumuk Pasir terbuat dari pandan wangi, eceng gondok, dan kayu laut. Pengunjung juga dapat mengetahui informasi dan gambaran umum bagaimana proses pembuatan kerajinan eceng gondok.

 

-Linda-

Edukator Museum Gumuk Pasir