Mengexplorasi Gumuk Pasir Oetune Nusa Tenggara Timur

Tahukan kalian, selain di Parangtritis, ada juga gumuk pasir di Indonesia. Oetune, terletak di Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Letaknya kira-kira 3 (tiga) jam dari kota Kupang. Memang cukup jauh, namun, bagi teman-teman yang berniat ke sana bisa sewa kendaraan di kota Kupang. Gumuk Pasir Oetune masih sangat alami, walaupun teman-teman tidak mendapatkan sinyal bagus di sana, tapi teman-teman akan cukup terhipnotis dengan pemandangan alam yang maha dahsyat di Oetune. Tim Parangtritis Geomaritime Science Park berhasil melakukan explorasi singkat di gumuk pasir Oetune.

Tim Parangtritis Geomaritime Science Park melakukan explorasi singkat di ekosistem pesisir Oetune dilaksanakan pada pertengahan bulan Aprill 2018. Kegiatan survey berfokus pada bentang alam gumuk pasir. Hari pertama, tim berkunjung ke stasiun klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mendapatkan data sekunder terkait iklim di Kecamatan Kualin. Hari kedua, tim menuju lokasi survey, yaitu Oetune, Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di hari kedua, tim melakukan koordinasi dan interview dengan penduduk setempat dilanjutkan dengan pemotretan bentang alam di muara. Hasil pemotretan muara menghasilkan potret yang memperlihatkan split di muara. Sayangnya, tim tidak berhasil mengambil sampel pasir di tengah muara karena kondisi kurang memungkinkan. Menjelang sore hari, tim kembali ke Oetune untuk melakukan pembuatan petak ukur guna identifikasi vegetasi di tempat tersebut. Hasil pengambilan sampel vegetasi di hari kedua, tim menemukan native spesies khas NTT, yaitu damar merah (bahasa lokal).

Pada hari ketiga, tim kembali ke lokasi untuk melakukan melanjutkan explorasi. Pengukuran fisik dilakukan di antaranya pengukuran berat pasir, kecepatan angin, suhu, dan arah angin. Jika dibandingkan dengan gumuk pasir Parangtritis, kecepatan angin di Oetune memang cenderung lebih rendah. Pada Kawasan gumuk pasir, tim juga melakukan pemotretan Kawasan dengan menggunakan pesawat udara nir awak dan kamera digital. Pada hari tersebut, pembuatan petak ukur untuk identifikasi vegetasi juga dilanjutkan untuk memenuhi intensitas sampling. Pada hari keempat, tim melakukan diskusi dengan instansi yang ada di provinsi, yaitu di Kupang. Tim mengunjungi Dinas Pariwisata dan Bappeda. Dari hasil kegiatan survey didapatkan bahwa gumuk pasir yang ada di Oetune masih sangat alami. Bentuk gumuk pasir yang dominan adalah transversal. Di gumuk pasir hanya ada vegetasi in situ yang tumbuh. Untuk selanjutnya data fisik hasil peneilitan dianalisis untuk dapat ditarik kesimpulan. Untuk hasilnya ditunggu di artikel kami ya.

Gumuk Pasir di Oetune NTT

Bern