Bersama Menjaga Gumuk Pasir dari Ancaman Kepunahan

Keberadaan gumuk pasir saat ini terancam punah. Bagaimana tidak, luasannya semakin lama semakin menyempit. Kenapa begitu? Beragam pemanfaatan lahan dilakukan di kawasan tersebut, seperti tempat wisata, permukiman, pertanian, peternakan, dan perkebunan. Bukan hanya itu saja, aktivitas penambangan sekaligus sebagai pembuangan sampah juga dilakukan di gumuk pasir. Beberapa aktivitas tersebut seolah bertolak belakang terhadap kelestarian keberadaan kawasan cagar alam geoheritage.

Keberadaan PGSP menjadi sarana edukatif turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian gumuk pasir. Berada dalam kompleks yang sama, PGSP memiliki museum yang bernama Museum Gumuk Pasir. Beragam sarana menarik sengaja disuguhkan. Pengunjung diberikan penjelasan dengan media interaktif untuk memudahkan dalam hal penyampaian informasi. Secara keseluruhan, Museum ini memiliki empat lantai, yakni Lantai 1 bertema Geomaritime, Lantai 2 bertema Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, lantai 3 bertema bebatuan, dan Lantai 4 bertema Ufuk Parangtritis.

IMG_4886Jumat (20/7)-Anggota DPR RI Komisi VII berkesempatan melakukan kunjungan spesifik ke museum yang dimiliki Parangtritis Geomaritime Science Park (Badan Informasi Geospasial). Komisi VII memiliki ruang lingkup berkaitan dengan energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Kunjungan kerja para anggota DPR RI berkaitan dengan upaya pengawasan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh PGSP terkait dengan keberadaan science park dalam tubuh PGSP. Beberapa aktivitas untuk meneguhkan jiwa science parknya diantaranya adalah penelitian, pelatihan, kunjungan, pelayanan, kerjasama, dan publikasi. Tidak hanya itu saja, anggota DPR RI juga melakukan tur museum untuk mengetahui informasi-informasi apa saja yang ditampilkan di museum ini. Keberadaan museum menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai upaya kebermanfaatan PGSP untuk masyarakat luas.

Bapak Tamsil Linrung, Pimpinan anggota DPR RI menegaskan bahwa keberadaan gumuk pasir seharusnya menjadi daya tarik wisata untuk melakukan kunjungan. Pada akhir diskusi bapak Agus Sulistiyono selaku anggota DPR RI dapil Yogyakarta berharap bahwa ada tindakan radikal agar  dapat terjaga kelestariannya. “Keberadaan gumuk pasir tidak dapat dibuat oleh tangan manusia, namun oleh alam semesta”, tegas beliau. Apabila angin terhalang pohon maka gumuk pasir akan menjadi hilang. Keunikan dan kekhasan serta keindahannya tidak akan dapat disaksikan oleh anak cucu kita nantinya. Upaya bersama menjadikan gumuk pasir lestari menjadi beban bersama antara pemerintah dan masyarakat, maka dari itu marilah bersama-sama turut melestarikannya. Salam Geomaritime

-DSW-

 

Share: