Menyiapkan Museum Menuju Era Masa Depan yang Bermartabat

Musyawarah Daerah (Musda) adalah salah satu sarana demokrasi insan permuseuman dalam menyusun beragam kebijakan-kebijakan, khususnya permuseuman. Bertempat di Desa Wisata Sambi Resort, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, 28-30 Agustus 2018, kegiatan Musda dilaksanakan. Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Badan Musyawarah Musea (Barahmus) berkolaborasi merumuskan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) untuk kemajuan museum.

Barahmus 2018

Kegiatan Musda sekaligus menetapkan lima formatur untuk kepengurusan Barahmus peride 2018-2023. Adapun lima formatur tersebut adalah Ki Bambang Widodo, Prof Dr Suratman Woro Suprojo MSc, Asroni S.IP, Dr Mahirta MA, dan RM Donny Surya Megananda, S.Si, MBA. Ketua Barahmus terpilih untuk masa jabatan 2018-2023 adalah Ki Bambang Widodo, S.Pd, M.Pd. “Kami akan membentuk kepengurusan Barahmus selambat-lambatnya satu bulan, “tegas Ki Bambang dalam pidatonya. Tidak hanya mengenai kepengurusan museum saja, namun diskusi bersama Erlina Hidayati (Plt Kepala Bidang Permuseuman Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), Drs. Umar Priyono, M.Pd (staf Ahli Gubernur DIY), Drs Budi Husada, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, dan perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. “Museum seolah menjadi lorong perjalanan hidup yang menunjukkan kemajuan martabat manusia dan peradaban”, jelas Umar Priyono saat memberikan pembekalan kepada peserta Musda.

Barahmus 2018

Saat acara Musda juga diperkenalkan anggota Barahmus yakni Museum Universitas PGRI Yogyakarta dan Museum Science Taman Pintar Yogyakarta. Hingga saat ini, jumlah anggota Barahmus menjadi 38 museum. Semoga museum terus bertambah maju seiring dengan perkembangan zaman. Semua hal yang ditampilkan dalam museum harus informatif, terpercaya, kreatif, dan menarik. Keakuratan informasi yang ditampilkan tak hanya menjadikan museum sebagai tujuan wisata, namun sebagai rujukan penelitian. Salam sahabat museum, museum dihatiku.

-DSW-