Museum Gumuk Pasir Sebarkan Informasi Gumuk Pasir Parangtritis Melalui Webinar

Museum tak hanya tempat meletakkan barang atau benda kuno saja, tetapi museum lebih dari sekedar itu. Melalui museum, generasi muda dapat belajar sejarah, budaya maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Menyambut Hari Museum Indonesia yang jatuh pada hari Rabu, 12 Oktober 2022 Dinas Kebudayaan DIY melalui Edukator Museum untuk Museum Gumuk Pasir menyelenggarakan webinar permuseuman. Mengangkat tema “Peran Museum Gumuk Pasir dalam Mewujudkan Geoheritage Gumuk Pasir menjadi Warisan Dunia”, webinar diselenggarakan tanggal 11 Oktober 2022. Acara yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting ini menghadirkan dua narasumber yaitu Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc., Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Putri Meissarah, S.Si., M.Si., Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park.  Webinar yang didanai Dana Keistimewaan DIY ini dipandu oleh moderator Yuniarsita Setyo Wulandari, S.Si.

Webinar diawali dengan pemutaran video mengenai gumuk pasir agar peserta webinar mendapatkan gambaran mengenai Gumuk Pasir Parangtritis. Usai pemutaran video, webinar dibuka oleh moderator dengan menyapa peserta webinar. Pemaparan materi pertama dilakukan oleh Ibu Putri Meissarah, S.Si., M.Si., dimana materi ditekankan pada bagaimana peran Museum Gumuk Pasir. Parangtritis Geomaritime Science Park memiliki Museum Gumuk Pasir sebagai sarana pembelajaran sekaligus wisata edukasi bertema kepesisiran dan kemaritiman berbasis spasial, khususnya gumuk pasir. Melalui berbagai kunjungan baik daring maupun luring, Museum Gumuk Pasir selalu memberikan pengetahuan mengenai gumuk pasir dan fungsinya agar masyarakat luas dapat mengetahui keberadaan dan bagaimana cara menjaganya. Pemaparan materi dilanjutkan oleh Bapak Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc., dimana beliau menekankan pentingnya pelestarian Gumuk Pasir Parangtritis. Gumuk Pasir Parangtritis menjadi salah satu geosite yang bernilai internasional karena keunikannya. Berbagai upaya pemerintah  dilakukan dalam rangka perlindungan dan pelestarian gumuk pasir parangtritis yang tertuang dalam Pergub 40 tahun 2021.

Antusias peserta webinar terlihat dari banyaknya pertanyaan yang tertulis di kolom chat. Empat pertanyaan terpilih dibacakan oleh moderator untuk ditanyakan kepada narasumber. Agar webinar terlihat lebih hidup, moderator juga mempersilahkan peserta webinar untuk bertanya secara langsung kepada narasumber. Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan diakhiri dengan pantun menarik dari moderator.

-Linda-