Penyu: Si Penjaga Ekosistem Laut Dari Zaman Dinosaurus

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan fauna yang sangat beragam. Nah, salah satu diantaranya yaitu penyu. Wahh? Penyu ? Mungkin mendengar nama binatang tersebut akan muncul 1 pertanyaan di benak teman-teman, “Bukankah penyu dan kura-kura itu sama?”. Jika sekadar dilihat, memang kedua binatang tersebut terlihat sama, tetapi jika melakukan pengamatan lebih jauh maka akan ditemukan perbedaan yang signifikan antara keduanya. Lalu, apa saja sih perbedaan antara penyu dan kura-kura? Nah, pertanyaan tersebut akan dibahas pada paragraf selanjutnya ya!

Penyu dan kura-kura merupakan hewan reptil, dengan ciri-ciri yaitu tidak memiliki telinga eksternal dan warna kulitnya beragam et al, 2000). Habitat hidup penyu yaitu di laut namun terkadang datang ke darat untuk bertelur, sedangkan habitat hidup kura-kura yaitu di air tawar dan di darat. Penyu memiliki bentuk kaki yang pipih yang biasa disebut tungkai/flipper, sedangkan kura-kura bentuk kakinya tidak pipih namun seperti jari. Tempurung/karapas penyu berbentuk pipih tetapi tempurung kura-kura lebih mengarah seperti kubah. Penyu pada umumnya bersifat omnivora atau pemakan segala tetapi kura-kura merupakan hewan yang tergolong herbivora atau pemakan tumbuhan.

Penyu memiliki bentuk mulut dan paruh yang khusus
Gambar 1. Kehidupan Penyu di Penangkaran

Penyu sudah ada di dunia sejak zaman dinosaurus.  Adapun jenis penyu yang ada, penyu hijau. Dari 7 jenis penyu yang ditemukan di dunia, 6 jenisnya ada di Indonesia kecuali  penyu lekang kempii / kemp’s ridley turtle (Lepidochelys kempi). Berbeda dengan kura-kura, keberadaan dan kelestarian penyu saat ini sangat memprihatinkan, hal tersebut dikarenakan masih banyaknya penangkapan dan pemanfaatan penyu di kalangan masyarakat. Pada umumnya pemanfaatan penyu adalah untuk oleh-oleh, obat-obatan, perdagangan dan konsumsi manusia, yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap penurunan populasi penyu saat ini.

Penyu memiliki bentuk mulut dan paruh yang khusus untuk membantu mendapatkan makanannya. Penyu sisik bentuk kepala dan paruhnya meruncing yang berguna untuk mencari spons yang merupakan kompetitor terumbu karang, sehingga keberadaan penyu sisik sangat menguntungkan terumbu karang. Penyu belimbing makanan utamanya yaitu ubur-ubur yang merupakan predator ikan-ikan kecil, sehingga jika ubur-ubur dimakan maka akan membantu menjaga populasi ikan di laut. P Selain itu juga karapas penyu dimanfaatkan sebagai tempat hidup hewan hewan kecil seperti teritip.

Nah, dari pembahasan penyu serta fungsinya terhadap ekosistem yang sangat besar maka sudah jelas keberadaan penyu harus dilestarikan. Jika tidak ada penyu tentu saja akan menyebabkan keseimbangan ekosistem laut akan terganggu. Oleh karena itu, dengan diperingatinya Hari Penyu Sedunia setiap tanggal 23 Mei diharapkan bisa menyadarkan masyarakat akan pelestarian dan kepedulian terhadap kelangsungan hidup penyu.

 

I Gusti Ayu Dita Juniari
ditajuniari@yahoo.co.id

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan
Universitas Udayana Bali


Referensi:  

Halliday T, A. K. (2000). The Encyclopedia of Reptiles and Amphibians. New York: Fast on File Inc.

Rebel, T.P. 1974. SeaTurtle and The Turtle Industry of The West Indies, Florida, and The Gulf of Mexico. University of Miamy Press. Coral Gables. Florida. 134 pp

Suhendi, S. S. (2016). Reptil Laut. Jatinangor: 2016.

Referensi Gambar:

https://pixabay.com/id/photos/air-laut-penyelaman-bawah-air-1446738/