Perkembangan Landsat

Landsat merupakan satelit tertua di bumi yang diluncurkan oleh Amerika Serikat. Adanya citra satelit Landsat dimulai pada tahun 1972 dengan meluncurkan satelit generasi pertama yaitu Landsat 1 diluncurkan 23 Juli 1972, Landsat 2 diluncurkan pada tanggal 22 Januari 1975, dan Landsat 3 pada tanggal 5 Maret 1978 tetapi landsat tersebut berakhir pada tanggal 22 Januari 1981. Satelit-satelit tersebut dilengkapi sensor MSS multispectral dan merupakan satelit eksperimen. Kemudian seiring berjalannya waktu, pada tahun 1982 diluncurkan kembali satelit bumi generasi kedua yaitu Landsat 4 dan Landsat 5. Landsat terebut merupakan landsat semioperasional atau dimaksudkan untuk tujuan penelitian dan pengembangan.

Landsat 4 diluncurkan 16 Juli 1982 dan dihentikan pada tahun 1993, sedangkan Landsat 5 diluncurkan pada 1 Maret 1984 dengan dilengkapi sensor TM (Thematic Mapper) dan memiliki 30x30m pada band 1,2,3,4,5,6,7. Sensor yang dimiliki Landsat 5 ini dapat mengamati obyek-obyek di permukaan bumi dan meliput daerah yang sama setiap 16 hari dengan ketinggian orbit 705 km. Namun sejak November 2011 Landsat 5 mengalami gangguan, akibatnya pada tahun 2016 USGS mengumumkan akan menonaktifkan Landsat tersebut. Kemudian diluncurkan kembali untuk generasi citra satelit selanjutnya yaitu Landsat 6 pada tanggal 5 Oktober 1993 tetapi gagal mencapai orbit.

Setelah diluncurkannya ke lima satelit tersebut, kini mengikuti perubahan zaman maka diluncurkan satelit generasi berikutnya yaitu citra satelit Landsat 7 dan Landsat 8 guna menyempurnakan satelit generasi sebelumnya. Citra satelit Landsat 7 merupakan citra satelit bumi yang memiliki ETM (Enchnced Thamatic Mapper) dan Scanner yang dapat membantu untuk pemotretan foto udara. Landsat 7 ini diluncurkan pada bulan April 1999. Kegunaan citra satelit Landsat 7 ini digunakan untuk pemetaan penutupan lahan, pemetaan geologi, serta pemetaan suhu permukaan laut. Berikut merupakan spesifikasi dan karakteristik beberapa kanal (band) yang dimiliki oleh Landsat 7:

data lansat

Berbeda dengan citra satelit Landsat 8 yang memiliki sensor Onboard Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS). Landsat ini memiliki 11 band, 9 band diantaranya berada di OLI dan 2 band lainnya berada di TIRS. Sebagian band pada Landsat ini memiliki kesamaan dengan citra satelit Landsat 7. Landsat 8 ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kerapatan dan luasan vegetasi. Berikut adalah spesifikasi kanal (band) yang dimiliki oleh Landsat 8:

tabel lansat

Beberapa contoh gambaran Citra Landsat dapat dilihat pada Gambar 1. Untuk mendapatkan data citra satelit guna penelitian atau pengembangan dapat mengunjungi web http://earthexplorer.usgs.gov/. Dari web tersebut dapat mendownload atau mengunduh data citra satelit landsat yang diperlukan secara gratis.

contoh citra
Gambar 1. Beberapa contoh Citra Landsat Sumber: andimanwno.files.wordpress.com
_____________________________________
Miati Kusuma (Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya)
email: miatikusuma17@gmail.com

Referensi:

Andana, Erie Kresna. 2015. Pengembangan Data Citra Satelit Landsat 8 Untuk Pemetaan Area Tanaman Hortikultura Dengan Berbagai Metode Algoritma
               Indeks Vegetasi (Studi Kasus: Kabupaten Malang dan Sekitarnya). ISBN: 978-602-70604-1-8.
Purwanto, Ajun. 2015. Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Identifikasi Normalizd Difference Vegetation Index (NDVI) Di Kecamatan Silat Hilir Kabupaten
               Kapuas Hulu. Jurnal Edukasi Vol 13 No 1 Juni 2015.
Suwargana, Nana. 2013. Resolusi Spasial, Temporal dan Spektral Pada Citra Satelit Landsat, SPOT dan IKONOS. Jurnal ISSN 2337-6686 Volume 1
               Nomor 2 Juli-Agustus 2013.
 .
Share: