Populasi Sedimen

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan perkembangan manusia, kebutuhan serta aktivitas yang dilakukan semakin banyak. Peningkatan aktivitas tersebut meliputi pemanfataan sumberdaya alam baik di daratan maupun di lautan. Proses yang terjadi di daratan maupun di lautan menyebabkan sedimentasi.

Apa itu sedimentasi? Sedimentasi merupakan salah satu proses yang terjadi disebabkan oleh alam dan aktivitas manusia yang berujung pada pengendapan. Ilmu yang mempelajari tentang sedimentasi ini dapat dibedakan menjadi sedimentologi lingkungan, yaitu ilmu yang mempelajari lingkungan alam dihasilkan dari proses alamiah serta sedimentologi sosial, yaitu ilmu yang mempelajari lingkungan alam dihasilkan dari aktivitas manusia (Rifardi,2012).

Sedimentasi terjadi biasanya di kawasan pantai atau laut. Sebaran sedimen pantai atau transpor sedimen pantai adalah gerakan sedimen di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus. Arus dan gelombang merupakan faktor kekuatan utama transpor sedimen yang menentukan arah dan sebaran sedimen. Kekuatan ini juga yang menyebabkan karakteristik sedimen berbeda sehingga komponen dasar perairan tersusun oleh bermacam-macam sedimen. Morfologi atau bentuk partikel sedimen mempengaruhi sebaran sedimen pada dasar perairan. Hal ini disebabkan bentuk yang berbeda akan diendapkan pada jarak yang berbeda dari sumbernya oleh kekuatan energi transportasi yang sama (Rifardi,2012).

Ada tiga kelompok populasi sedimen yaitu gravel (kerikil) terdiri dari partikel tunggal seperti boulder, cobble dan pebble; sand (pasir) terdiri dari pasir sangat kasar, kasar, medium, halus dan sangat halus; serta mud (lumpur) terdiri dari clay dan slit (lihat Gambar 1). Ukuran butir partikel sedimen adalah salah satu faktor yang mengontrol proses pengendapan sedimen di perairan, semakin kecil ukuran butir semakin lama partikel tersebut dalam kolom air dan semakin jauh diendapkan dari sumbernya, begitu juga sebaliknya (Rifardi,2012).

1
Gambar 1 Tipe sedimen pantai : A. Gravel (kerikil), B. Sand (pasir), C. Clay (lumpur)

Proses transpor populasi sedimen terbagi atas dua jenis muatan. Pertama, muatan tersuspensi yang didalamnya mengandung kekuatan arus dari air atau udara menyebarkan partikel-partikel sedimen halus seperti lanau, lempung dan pasir, kemudian memindahkannya dalam aliran atau dengan kata lain partikel tersebut berada dalam kolom air. Kedua, muatan pada lapisan dasar perairan dalam bentuk suspensi kolom air seperti boulder, pebbles dan gravel ditranspor sepanjang dasar perairan (Rifardi,2012).

.

Ayu Putri Arifin
Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya
email: putriarifin000@gmail.com

Referensi:

Rifardi. 2012. Ekologi Sedimen Laut Modern Edisi Revisi. Pekanbaru : UR Press
Gambar gravel wallippo.com diakses 28 Juli 2016 pukul 9:14 WIB
Gambar sand sbhawaii.com diakses 28 Juli 2016 pukul 9:16 WIB
Gambar mud britishcoast.wordpress.com diakses 28 Juli 2016 pukul 9:17 WIB
.
Share: