Sahabat Penyu

Munculnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 adalah ironi bagi biota yang ada di Indonesia. Status sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tertinggi juga dilengkapi dengan ancaman kepunahan yang tinggi pula. Sebagai antisipasi, PP Nomor 7 tahun 1999 muncul dan melarang perdagangan hewan baik hidup maupun mati, termasuk menjual sebagian tubuhnya. Di antara banyaknya biota, penyu merupakan salah satu hewan yang termasuk dalam perlindungan satwa yang terancam punah di Indonesia (Sudiana, 2010).

            Penyu termasuk ke dalam Filum Chordata, Kelas Reptilia, dan Ordo Testudinaria. Penyu hidup di laut dan juga darat sebagai tempat bertelur (Ali dan Maslim, 2013). Ada 7 jenis penyu di dunia dan 6 di antaranya terdapat di Indonesia (Raden et al., 2016). Hal tersebut merupakan potensi yang luar biasa. Adapun jenis penyu yang ada di Indonesia adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea) (Gambar 1), penyu pipih (Natator depressus) dan penyu tempayan (Caretta caretta).

Gambar 1. Penyu belimbing Sumber : www.wwf.id
Gambar 1. Penyu belimbing (wwf)

Kepunahan penyu ternyata berdampak negatif terhadap ekosistem. Salah satu contohnya adalah penyu belimbing yang keberadaannya berkaitan dengan ekologi dan sosial (secara tidak langsung). Fungsi ekologis penyu belimbing adalah sebagai penyeimbang populasi ubur-ubur laut yang merupakan predator anakan ikan (bibit ikan) (Runtobi, 2012). Jika penyu belimbing berkurang, maka populasi ubur-ubur meningkat sehingga populasi anakan ikan menurun. Penurunan anakan ikan akan mempengaruhi ketersediaan stok perikanan dan pola konsumsi manusia dengan sumber daya ikan. Hal ini menyatakan bahwa pengeksploitasi penyu akan menyebabkan kerugian tersendiri terhadap nelayan.

            Contoh pemanfaatan penyu di Indonesia ada di Desa Serangan, Bali. Dahulu penyu digunakan sebagai acara adat, konsumsi, dan kerajinan. Melalui pendekatan untuk meminimalisasi pemanfaatan penyu, masyarakat mulai tersadar akan pentingnya penyu. Munculnya gerakan penangkaran penyu yang berdampak tumbuhnya usaha-usaha ekowisata sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat semakin memicu kesadaran masyarakat dalam melakukan perlindungan penyu. Semakin tingginya pengetahuan masyarakat mengenai penyu maka kesadaran untuk melestarikan penyu semakin tinggi (Sudiana, 2010).

Berbagi ilmu dan edukasi kepada masyarakat tentang konservasi penyu dapat mencegah adanya pemanfaatan penyu seperti penjualan telur, daging maupun cangkangnya. Harapan dari edukasi masyarakat tersebut dapat menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak terjadinya kepunahan (Raden et al., 2016).

Menyelamatkan penyu dapat dimulai dari hal yang sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik. Bagi penyu yang kelaparan, sampah plastik bening transparan yang mengambang di laut terlihat seperti ubur-ubur yang lezat. Jika termakan, justru akan membahayakan penyu. Hal lainnya yang dapat dilakukan adalah tidak mengeksploitasi daging penyu maupun telurnya untuk dikonsumsi walaupun mitosnya mempunyai manfaat bagi manusia. Mulai sekarang jagalah populasi penyu karena penyu mempunyai manfaat yang sangat besar dan juga penjaga lautan kita. Mari menjadi Sahabat Penyu!

Angga Budiarto _Ilmu kelautan Universitas Sriwijaya

anggaarto16@gmail.com

Sumber :

Ali S dan Maslim. 2013. Daya Tetas Telur Penyu Belimbing (Dermochelis Coriacea) hasil  PemasaranMasyarakat di Kawasan Pantai Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik, ISSN: 2337-9812, Vol. 1, No. 1. Hal. 1-66.

Aryanto R dan M. Yuana, R. 2005. Valuasi Ekonomi dengan Travel Cost Method pada Obyek Ekowisata Pesisir. Jurnal Ilmiah PARIWISATA, Vol. 10, No. 1, hal. 58 – 76.

Jaelani A,Q dan Udiyo, B. 2014. Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing: Upaya Mencegah dan Memberantas Illegal Fishing dalam Membangun Poros Maritim Indonesia.

            Jurnal Supremasi Hukum. Vol. 3, No. 1.

Raden A, Edi W, Ibnu P, Surya F. 2016.  Pelestarian Habitat Penyu Dari Ancaman Kepunahan di Turtle Conservation And Education Center (TCEC), Bali. Jurnal Kelautan Tropis Vol. 19(1): 60–66.

Runtobi, F. 2012. Analisis Kerentanan Populasi Penyu Belimbing (Dermochelys Coriacea Vrandelli 1761) di Pantai Jamursba Medi dan Wermon sebagai Indikator Keberlanjutan  Kawasan Konservasi Laut Daerah Abun Kabupaten Tambrauw Papua Barat. [SKRIPSI] Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Sudiana. 2010. Transformasi Budaya masyarakat Desa Serangan di Denpasar Selatan dalam Pelestarian Satwa Penyu. Jurnal Bumi Lestari. Vol 10, No. 2, hal.311-320