Sandboarding, Sisi Lain Gumuk Pasir Barkhan

Gumuk Pasir (sand dunes) merupakan bentukan alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit akibat pergerakan angin (eolean). Istilah ‘gumuk’ berasal dari bahasa jawa yang berarti gundukan atau sesuatu yang menyembul dari permukaan datar. Gumuk pasir umumnya terbentuk di daerah gurun, namun di Indonesia yang merupakan iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki gumuk pasir yang menjadikan keunikan tersendiri (Sunarto, 2014). Gumuk pasir ini terkenal dengan sebutan Gumuk Pasir Parangtritis.

Gambar 1. Gumuk Pasir Parangtritis (Nurhayati, 2013)
Gambar 1. Gumuk Pasir Parangtritis (Nurhayati, 2013)

Gumuk Pasir Parangtritis secara administratif terletak di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan secara geografis terletak pada koordinat BT 110°18’58,5’’ dan LS 08°1’0,4’’ (Gambar 1).  Jenis gumuk pasir yang ada di DIY adalah barkhan dunes dengan elevasi 17–40 m dari permukaan laut (Purnamawati dan Ferdinandus, 2012). Gumuk Pasir Barkhan   yang ada di Parangtritis terbentuk dari kumpulan material abu vulkanik gunung yang terbawa aliran Sungai Opak, Sungai Progo, Sungai Winongo, dan Sungai Oyo sehingga sampai ke Pantai Parangtritis. Abu vulkanik yang kecil dan ringan akan terbawa ke tepi pantai. Ketika kering, material ini akan terbawa angin dan mengendap. Proses ini terjadi secara terus-menerus dalam waktu yang lama sehingga terbentuk gundukan pasir (Gambar 2). Gundukan pasir dapat dijadikan objek penelitian maupun dikembangkan untuk keperluan pariwisata. Salah satu pariwisata yang dikembangkan di Gumuk Pasir Parangtritis adalah sandboarding.

Gambar 2. Peta Lokasi Gumuk Pasir Parangtritis (Google Map, 2018)
Gambar 2. Peta Lokasi Gumuk Pasir Parangtritis (Google Map, 2018)

Ada beberapa jenis olahraga board di dunia, diantaranya yaitu longboarding, skateboarding, surfing, sandboarding dan snowboarding. Salah satu jenis olahraga yang menggunakan papan seluncur dengan medan bukit pasir adalah sandboarding (Wibisono et al., 2016).  Setiap permainan board memiliki cara bermain dan medan yang berbeda. Sandboarding merupakan permainan yang jarang dijumpai dan tidak umum, karena permainan ini memerlukan medan yang cukup mendukung dan tidak semua negara memiliki medan pasir yang layak untuk dijadikan lokasi bermain sandboarding. Australia, Mesir, Namibia, Selatan Africa, Amerika, dan Eropa adalah beberapa negara yang memiliki gurun pasir  di belahan dunia yang sudah popular dengan permainan sandboarding.

Permainan sandboarding memiliki kemiripan dengan olahraga snowboarding, perbedaannya terletak pada lokasi. Sandboarding dilakukan di perbukitan pasir, sedangkan snowboarding dilakukan di gunungan salju. Gurun pasir atau wilayah pesisir pantai dengan bukit pasir adalah daerah yang sangat cocok digunakan untuk latihan sandboarding. Permainan olahraga sandboarding sangat menguji adrenalin para pemainnya. Ketinggian medan pasir yang digunakan mencapai 5–7 meter, sehingga papan dapat meluncur dengan kecepatan tinggi. Jatuh bangun di atas pasir sudah menjadi hal biasa bagi pemain olahraga sandboarding. Permainan ini memiliki alat pengaman yang harus digunakan, seperti helm, pengaman tangan, dan pengaman lutut kaki. Yang membedakan sandboarding dengan snowboarding adalah terdapat olesan lilin pada bagian dasar papan seluncur supaya saat papan meluncur menjadi lebih licin.

Gambar 3. Sandboarding di Gumuk Pasir Barkhan, Kabupaten Bantul (Sandboarding Parangtritis, 2015).
Gambar 3. Sandboarding di Gumuk Pasir Barkhan, Kabupaten Bantul (Sandboarding Parangtritis, 2015).

Permainan sandboarding termasuk olahraga unik yang tergolong aman, karena para pemainnya tidak akan merasa sakit bila terjatuh di pasir yang halus saat meluncur. Banyak penggemar sandboarding yang mengaku ketagihan untuk sering pergi meluncur setelah mencoba permainan ini. Sensasi permainan yang meningkatkan adrenalin pemain dipercaya dapat menghilangkan stress. Sandboarding termasuk sebuah permainan yang cukup berpotensi dan menarik di Indonesia, karena tidak setiap negara memiliki lokasi gumuk pasir yang mendukung aktivitas permainan ini. Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah setempat sangat diperlukan untuk mengelola dan mengembangkan potensi wisata sandboarding supaya lebih dikenal oleh masyarakat.

 

Tu’ti Ni’mah (Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura)

tutymarine153@gmail.com