Mengenal Lebih Dekat dengan Satelit NOAA

Citra NOAA

Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) merupakan satelit meteorologi seri ke-3 milik Amerika. Sebelumnya, Satelit Seri-1 (TIROS, Television and Infra Red Observation Satellite) dan Satelit Seri-2 (IOS, Infra Red Observation Satellite). Saat ini, NOAA memili 6 sensor yaitu Advanced Very High Resolutin (AVHRR), Tiros Operational Vertical Sonde (TOVS), High Resolution Infrared Sounder (merupakan bagian dari TOVS), Data Collection System (DCS), Space Environment Monitor (SEM), dan Search and Rescue Satellite System (SARSAT).
Diperlukan piranti lunak tertentu untuk mengunduh Citra Satelit NOAA, salah satunya adalah menggunakan Piranti Lunak NOAA Capture dan membutuhkan receiver. Secara umum, kegunaan piranti lunak dapat digunakan untuk merencanakan orbit pengambilan data satelit pada suatu area serta meninjau ulang rencana orbit. Piranti lunak juga dapat digunakan untuk memperbarui data orbit satelit. Selain itu, piranti lunak juga dapat digunakan untuk melakukan kalibrasi antena sehingga hasil pengunduhan citra satelit berjalan lancar. Satelit NOAA juga mempunyai satu jenis piranti lunak, yang membedakan adalah fungsinya untuk memproses data yang dihasilkand dari Satelit NOAA, bukan untuk menerima/mengunduh data satelit.
Satelit NOAA digunakan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan fisik lautan/samudra dan atmosfer. Dari ke enam sensor, sensor AVHRR adalah sensor yang tepat digunaka untuk mengamati kondisi permukaan bumi. Data AVHRR dari Satelit NOAA dapat digunakan untuk menganalisis berbagai parameter yang berkaitan dengan bidang hidrologi, oseanografi, hingga meteorologi. Tidak hanya itu, penggunaannya dapat pula diaplikasikan untuk monitoring vegetasi hingga kebakaran hutan, dan untu ekstraksi berbagai data. Hal ini memungkinkan mengingat karakteristik Data AVHRR yang dihasilkan dari 5 saluran dengan panjang tertentu dan area sapuannya yang cukup luas (2.590 km). Aplikasi penggunaan Satelit NOAA di indonesia tentu akan sangat bermanfaat mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara yang memiliki perairan luas. Sensor AVHRR ini dapat dimanfaatkan untuk eksplorasi sumber daya laut yang ada di Indonesia seperti menentukan lokasi potensial penangkapan ikan.