Science Park di Yogyakarta: Workshop dan Kunjungan Sebagai Sarana Belajar

Hari ini, Selasa 10 April 2018, Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) bekerjasama dengan Duta Museum Gumuk Pasir mengadakan acara pelatihan kepenulisan creative writing workshop untuk siswa-siswi SMP di beberapa kecamatan di Kabupaten Bantul. Acara pelatihan dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, keliling museum, pelatihan, diikuti penulisan langsung oleh para siswa, lalu penjurian dan terakhir adalah pengumuman pemenang.

creative

Keliling museum atau kunjungan museum masuk dalam rangkaian acara pelatihan kepenulisan creative writing workshop. Ada sekitar 36 peserta dan 14 guru pendamping yang mengikuti acara pelatihan kepenulisan ini. Keliling museum dipandu oleh beberapa pemandu dan edukator. Agar kunjungan lebih maksimal, maka satu pemandu memandu sekitar 9 siswa atau 3 tim. Karena materi museum nantinya akan dijadikan tema dalam kepenulisan. Selesai kunjungan museum, peserta melanjutkan rangkaian acara selanjutnya.

Kunjungan kedua berasal dari SD N Kapukanda Sleman berjumlah 72 orang yang merupakan pengunjung Wajib Kunjung Museum (WKM). Alur kunjungan seperti biasanya yaitu rombongan disambut di parkiran, lalu diarahkan masuk ke studio untuk menonton video, dan terakhir adalah berkeliling museum. Walaupun rombongan berasal dari Sleman, yang termasuk daerah agak jauh untuk menuju ke Museum Gumuk Pasir yang berada di pesisir, tetapi siswa siswi SD N Kapukanda tetap semangat dan antusias dalam mengikuti tour museum.

P_20180410_154012

Kunjungan terakhir berasal dari MAN Surakarta yang berjumlah 250 siswa beserta beberapa guru pendamping. Rombongan tiba di PGSP sekitar pukul 15.30 dengan berkendara 5 bus besar. Karena waktu sudah menunjukan pukul 15.30 yang artinya setengah jam lagi museum akan tutup, maka kunjungan dipercepat. Rombongan langsung diarahkan menonton video lalu berkeliling museum tanpa mencoba simulasi drone. Walaupun cukup terbilang tergesa-gesa saat berkeliling museum, diharapkan siswa siswi MAN Surakarta tetap mendapat ilmu lewat video yang mereka tonton dan penjelasan dari beberapa koleksi yang ada.

kaka