Seminar Nasional Geotik 2018 : “Literasi Digital untuk Pendidikan Aman Berkelanjutan”

28/4-Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) ikut berkontribusi dalam Seminar Nasional Geotik 2018 yang diselenggarakan oleh Pendidikan Teknik Informatika dan Pendidikan Geografi. Tema yang diangkat dari seminar kali ini adalah Literasi Digital untuk Pendidikan Aman Berkelanjutan. Terdapat dua pembicara utama dalam seminar tersebut yakni Assoc. Prof. Mochamad Hariadi, Ph.D (Pakar Digital Multimedia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Prof. Dr.rer.nat. Muh Ari Marfai, S.Si., M.Sc (Pakar Geomorfologi Bencana UGM). Pemanfaatan teknologi seperti dua sisi mata uang. Satu sisi berdampak positif, sedangkan sisi lainnya berdampak negatif. “Sebagai generasi muda yang penuh semangat, kita seharusnya menjadikan teknologi untuk memajukan negeri,” pesan Prof. Hariadi dalam seminar. Pembicara kedua adalah Prof. Dr Aris Marfa’i lebih menekankan terkait dengan sisi kebencanaan dengan teknologi terkini. “Geografi dikawinkan dengan teknologi menjadi menarik, sehingga mudah diaplikasikan untuk masyarakat umum.” jelas Prof Aris Marfai’i dalam paparannya. Paparan dari dua pembicara ternama tersebut mendapat banyak perhatian dari peserta seminar. Terbukti dari antusiasme peserta untuk bertanya pada kedua pembicara.

Pada  sidang panel dalam rangkaian acara Seminar Nasional Geotik, PGSP berkesempatan mempresentasikan paper yang telah diterima oleh panitia.  Terdapat dua tulisan yang diterima yakni Manajemen Museum Edukasi Geoheritage untuk Pelayanan dan Pendidikan Berkarakter dan Evaluasi Implementasi Kajian Restorasi Kawasan Kagungan Dalem Gumuk Pasir Parangtritis. Melek teknologi diangkat PGSP dalam tema tulisan Museum Edukasi Geoheritage untuk Pelayanan dan Pendidikan Berkarakter. Museum dalam perkembangannya harus selalu berkembang untuk mendukung perkembangan zaman. Umumnya, museum dibingkai dengan suasana seram dilengkapi dengan teknologi kuno. Beranjak dari itu, Museum Gumuk Pasir terus bertransformasi untuk mendukung kemajuan pendidikan. Museum seharusnya menjadi pilihan untuk memudahkan pengunjung dalam menyerap pengetahuan. Paper tersebut mendukung posisi museum sebagai tempat atau sarana mengkonfirmasi informasi yang valid. Paper kedua yang mengangkat judul Evaluasi Implementasi Kajian Restorasi Kawasan Kagungan Dalem Gumuk Pasir Parangtritis dilatarbelakangi oleh adanya kajian restorasi gumuk pasir yang dikeluarkan PGSP-Badan Informasi Geospasial bersama UGM sejak tahun 2015 dikorelasikan dengan keadaan kondisi gumuk pasir saat ini. Dengan menganalisis isi, mengulas implementasi, dan menganalisis kondisi eksisting gumuk pasir.

geotik

P_20180428_133940_1

Bern-DSW