Senyum Bersama Anak-anak Spesial di Parangtritis Geomaritime Science Park

Selasa, 20 Febuari 2018 Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB) 2 Yogyakarta berkunjung ke Parangtritis Geomaritime Science Park. Pengunjung berjumlah 208 orang terdiri dari siswa, guru dan orang tua. Kunjungan tersebut merupakan program dari Dinas Kebudayaan DIY bagi sekolah pendaftar Wajib Kunjung Museum (WKM). Ketertarikan guru pada Museum Gumuk Pasir di PGSP, menjadikan PGSP turut menjadi destinasi WKM, setelah museum tani.

Antusias pengunjung sangat baik. Walaupun pengunjung termasuk berkebutuhan khusus, namun memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Awalnya kedatangan pengunjung disambut didepan museum, kemudian diberi arahan pembagian kelompok untuk berkeliling. Dipandu oleh mahasiswa magang Universitas Diponegoro, pengunjung dapat berkeliling PGSP dimulai dari pemutaran video dan pengenalan ilmu kemaritiman di lantai satu. Setelah itu pengunjung dikenalkan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan gumuk pasir di lorong pengetahuan.

Siswa siswi SLB N 2 Yogyakarta sangat senang berkunjung di PGSP. “Ka itu apa? Kok alatnya besar-besar?” ujar Risky, salah satu siswa SLB ketika melihat awak pesawat pembawa sensor penginderaan jauh. Menurut keterangan dari salah satu guru pengampu SLB N 2 Yogyakarta, sebagian besar murid disana adalah penyandang tuna grahita. Setelah berkeliling, siswa siswi luar biasa tersebut bermain dan berlarian digundukan pasir dengan tawa riang. Pengalaman yang luar biasa dapat bertemu anak-anak spesial di PGSP. Kunjungan dari anak-anak spesial tersebut membawa PGSP semakin berusaha memantaskan diri untuk dapat menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh kalangan, termasuk anak-anak spesial penyadang tuna grahita.

SLB 2 YK

-Alayya Eka Putri dan Atika  Nur Fitriana-