STP Harus Sehati dengan Potensi Daerahnya

Gambar 1. STP
Gambar 1. STP

Pembangunan STP ditujukan agar dapat menghasilkan produk-produk inovasi berbasis teknologi, menghasilkan produk inovasi yang berkelanjutan, menghasilkan pengusaha pemula berbasis teknologi dan pada akhirnya hasil dari riset tersebut dapat di dikomensalisasikan. STP dibangun tentunya mengacu pada keselarasan potensi daerah, pembangunan daerah, industri di daerah, kesehatan dan teknologi informasi komunikasi. Agar tercapainya tujuan pembangunan STP, maka perlu dilakukan beberapa hal seperti penyusunan pedoman standar dan masterplan pembangunan STP, kemudian sinergi antara Kementerian/Lembaga terkait, serta perlunya review terhadap STP yang telah ada.

Saat ini Indonesia telah memiliki 24 STP menurut Ristekdikti, jumlah ini masih terus medapat evalusi dari pemerintah sehingga sewaktu-waktu apabila suatu daerah yang telah ditetapkan menjadi STP tidak memenuhi syarat maka statusnya sebagai STP dapat dilepas. Beberapa daerah di Indonesia telah terbentuk STP baik atas insiatif pemerintah, perguruan tinggi, maupun swasta.

Salah satu STP yang telah terbentuk di Indonesia adalah Solo Techno Park. Solo Techno Park dibangun sebagai pusat pendidikan dan teknologi, pusat riset, pusat pelatihan dan pusat inkubasi produk baru, serta pusat industry dan perdagangan. Solo Techno park memberikan layanan pendidikan di bidang aplikasi praktis industri seperti program pelatihan mekanik manufaktur, pengelasan, mekanik garmen, otomotif, IT dan teknik mesin.

Gambar 2. Uji Coba Peluncuran Roket Air di Kawasan Solo Techno Park
Gambar 2. Uji Coba Peluncuran Roket Air di Kawasan Solo Techno Park

Selain  Solo Techno park, STP juga telah membentuk Sragen Techno park yang bergerak di bidang pengembangan dari Balai Latihan Kerja (BLK) dan telah menjalankan fungsi One Stop Service Labor Market (OSSLM). Jababeka Research Center merupakan sebuah Bussiness Technology Center di kawasan industri yang menghubungkan antara pemasok teknologi dengan pengguna teknologi. Adapun industri yang ikut mengembangkan bisnisnya di JRC adalah Samsung Electronic, ICI, Mattel, KAO dan NISSIN.

Babalan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia yang saat ini statusnya adalh sebagai calon STP baru dengan jenis STP National Science Techno Park dibawah naungan lembaga BPPT. Babalan memiliki potensi  pertanian yang tinggi khususnya padi. Sebagian besar kebutuhan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Langkat diperoleh dari kecamatan Babalan sehingga daerah ini sering disebut daerah penyedia bahan pangan. Saat ini Babalan telah berkembang menjadi wilayah sektoral pertanian karena itulah beberapa kecamatan di Kabupaten Langkat memiliki keinginan untuk mengeratkan hubungan ke daerah Babalan dengan harapan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan daerahnya. Namun kurangnya penyuluhan serta perhatian dari Pemkab Langkat dalam hal pembangunan fasilitas seperti tersedianya pupuk dan pemasaran yang menjanjikan agar pihak pengelola pertanian dapat membuat swasembada pangan ke daerah lainnya sering menjadi penghalang dalam perkembangannya.

Pengembangan STP di daerah, selain memerlukan peran dan komitmen dari pemerintah daerah juga diperlukan insentif-insentif yang menarik bagi sektor dunia usaha untuk bergabung. Insentif fiscal dan finansial merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota memberikan kontribusi penting dalam kesuksesan, penyediaan infrastruktur serta kebijakan dalam menentukan bentuk kelembagaan serta manajemen organisasi yang sesuai dengan karekteristik STP. Sementara itu, pemerintah pusat diharapkan mendukung melalui berbagai insentif dan program terkait.