Syarat Membangun STP ?

Science Techno Park (STP) dibangun sebagai wahana hilirisasi IPTEK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan melalui penguasaan, pengembangan, dan penerapatan IPTEK yang relevan. Sehingga pembangunan STP memiliki beberapa prinsip sesuai dengan arahan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas agar terciptanya kesamaan persepsi terkait dengan Science Techno Park di Indonesia.

Pembangunan Science Techno Park memiliki 4 kunci yang memiliki peran penting yang mempertimbangkan berbagai aspek, aspek komoditas unggulan lokal, rencana pengembangan industri, rantai pasokan, budaya masyarakat, serta jenis wirausaha yang ada di daerah sekitar. 4 (empat) faktor dalam Science Techno Park yakni: (1) Source of innovation; (2) human ware; (3) software; dan (4) hardware. Source of innovation merupakan aktivitas penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh perguruan tinggi atau lembaga litbang. Kegiatan riset ataupun penelitian serta pengembangan seperti halnya mencari inovasi terbaru untuk mempermudah masyarakat setempat dalam menghasilkan produk pertanian, perikanan, kehutanan ataupun peternakan, kegiatan pelatihan-pelatihan yang membangun skill masyarkat, menambah pengetahuan, serta pelatihan mengenai pemecahan atau solusi dalam permasalahan yang ada di daerah tersebut.

Sumber Daya Manusia berkaitan erat dengan bisnis yang dijalankan di dalamnya seperti membangun jejaring kewirausahaan, aktivitas intermediasi serta inkubasi teknologi dan bisnis, serta penumbuhan perusahaan atau IKM berbasisi inovasi. Sumber Daya Masyarkat dalam STP merupakan suatu hal yang penting dalam menjalankan atau menggerakkan struktur organisasi di dalamnya serta menciptakan tenaga kerja yang terampil dan menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarkat serta solusi dalam peningkatan produktivitas dan daya saing industri.

Software segala aspek yang terkait dengan pengaturan dan pengelolaan yang mencakup organisasi, pengembangan jejaring, sistem kolaborasi, program pelatihan serta sistem pemanfaatan ruang atau tanah di STP. Software atau yang berarti program yang membantu dalam menyebarluaskan input, proses dan output yang dihasilkan dari STP serta menyebarluaskan mengenai STP itu sendiri.

Hardware yang berarti infrastruktur yang harus direncanakan dan disediakan sehingga mendukung tercapainya tujuan pembangunan STP. Secara fisik, hardware seperti manajemen dan fasilitas pelayanan umum mencakup kantor pusat manajemen ruang konferensi dan rapat serta kantor pelayanan umum, gedung multi-team ruangan yang memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan bisnis, dan tempat produksi skala kecil atau percontohan adalah fasilitas teknologi tinggi untuk memproduksi sejumlah kecil produk yang dirancang untuk menguji atau membuktikan metode yang mungkin digunakan pada saat produksi massal (Kemenrisetdikti, 2015).

Pada dasarnya, Science Techno Park memberikan layanan kepada pengguna dengan 7-S,

space and shared menyediakan fasilitas kantor seperti halnya ruang diskusi, laboratorium, internet, showroom maupun fastel dimana akan membantu dalam menjalankan program ataupun tujuan dari dibangunnya STP di suatu daerah,

services bimbingan teknis yang mencakup dalam manajemen, marketting, aspek keuangan, hukum, informasi perdagangan dan teknologi yang akan memudahkan pengguna dalam menjalankan struktur,

support membantu akses dalam riset atau penelitian seperti halnya alat dan bahan yang diperlukan serta tenaga kerja dalam penelitian, membantu akses jaringan professional, pengembangan teknologi, hubungan internasional, serta investasi,

skill development memberikan latihan dalam hal rencana bisnis, manajemen, maupun kepemimpinan, skill development seperti halnya di Solo Technopark melakukan program pendidikan dan pelatihan Basic Aircraft Structure Training atau Dasar Pesawat Pelatihan Struktur, dimana pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan terampil dalam teknisi dan perawatan pesawat terbang,

seed capital memberikan bantuan akses ke sumber pendanaan dan lembaga keuangan atau dapat disebut sebagai sponsor yang mendanai kegiatan seperti penelitian, riset, ataupun kegiatan seperti festival maupun seminar dan pelatihan.

synergy kerjasama antar universitas, lembaga riset, usaha swasta, profesional dan masyarakat. Synergy sangat diperlukan dalam Science Techno Park sebagai pendukung dalam kegiatan ataupun program kerja dari STP itu sendiri. Seperti hal nya lembaga riset yang membantu dalam pemecahan masalah yang terjadi di daerah tersebut, dan universitas membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian.

social networking membangun jejaring melalui seminar, kunjungan dan pameran. Kegiatan social networking merupakan suatu hal yang bertujuan menyebar luaskan Science Techno Park ke seluruh kalangan baik mahasiswa, masyarakata ataupun pelajar, melalui kegiatan seminar, kunjungan ataupun pameran. (Kemenrisetdikti, 2015).

Persyaratan ini dibuat demi keselarasaan prinsip-prinsip dalam membangun STP demi mewujudkan tujuan besar yakni meningkatkan nilai ekonomi daerah dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi satu sehingga terciptalah Science Techno Park. Science Techno Park di Indonesia dalam masa perkembangan mewujudkan tujuan dari STP itu sendiri, beberapa Science Techno Park di Indonesia yang belum menjalani semua persyaratan baik layanan pengguna ataupun empat kunci dalam pembangunan STP tersebut dan masih dapat dibilang Science Techno Park.

Sumber :

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 2016. “Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) dan Science Techno Park (STP). Jakarta

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. 2015. “Pedoman Pembangunan dan Pengembangan Taman Sains Dan Teknologi (Science and Technology park). Jakarta