UIN Alauddin Makasar: Pengenalan Pemetaan Untuk Perencanaan Wilayah dan Kota

Mahasiswa Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, UIN Alauddin Makasar berkunjung ke Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP). Mahasiswa UIN Alauddin Makasar tiba di PGSP  19 Januari 2018 pada pukul 10.00 WIB. Rombongan terdiri dari 60 mahasiswa semester tiga. Kunjungan ini bertujuan untuk memenuhi mata kuliah Kartografi yang berhubungan dengan pemetaan.

Rombongan memasuki museum gumuk pasir dan diarahkan menuju ruang studio 1 untuk pengenalan dan pemutaran video dokumenter yang dipandu oleh mahasiswa magang dari Universitas Trunojoyo Madura. Setelah pemutaran video, rombongan diberikan materi oleh Fajrun Wahidil Muharram selaku staff peneliti dari pihak PGSP. Kunjungan dimulai dengan mengelilingi lantai 1 yang terdiri dari zona teras jogja dimana ruang tersebut menampilkan hasil dari kerajinan masyarakat pesisir dan informasi mengenai tempat pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

uin makasar

Gambar 1. Materi Pemetaan dari Staff PGSP

Selanjutnya rombongan diarahkan ke zona antara yang mana menjadi spot paling menarik bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Zona antara menjelaskan bagaimana pembagian kedalaman di laut dengan tampilan layar yang seakan berada didalam kapal selam. “Kalau ada yang seperti ini keren jadi kita seperti naik kapal selam benaran melihat ikan nih” ujar salah satu mahasiswi UIN Alauddin Makasar.

Kemudian dilanjutkan ke zona bahari 1 mengenai jalur tol laut yang disimulasikan dan informasi khazanah maritim Indonesia. Setelah itu dilanjutkan ke ruang zona bahari 2 yang berisi tentang perundang-undangan hukum laut di Indonesia. Rombongan diarahkan ke bilik interaktif yang menjadi ruang terakhir di lantai satu.

Kunjungan dilanjutkan ke lantai dua yang dipandu oleh mahasiswa magang di PGSP. Lantai dua merupakan tempat dari beberapa alat penginderaan jauh dari zaman dahulu hingga alat modern. Selain itu mahasiswa juga dikenalkan dengan jenis-jenis dari satelit yang biasa digunakan untuk penginderaan jauh. Kemudian rombongan diarahkan ke lorong pengetahuan yang diibaratkan Sungai Opak dan Sungai Progo. Di lorong ini mahasiswa dijelaskan mengenai proses terbentuknya gumuk pasir. Selanjutnya masuk ke ruang pameran yang menjadi tempat terakhir kunjungan.

By:

Ria-Rusita (Universitas Trunojoyo Madura)