Workshop Kepariwisataan Gumuk Pasir

Kegiatan Workshop Kepariwisataan Gumuk Pasir adalah Program Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus salah satu usaha yang dilakukan Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) untuk membuka pengetahuan bagi masyarakat sekitar, khususnya tentang topik hangat seputar penataan penggunaan lahan di Gumuk Pasir Parangtritis. Sasaran dari kegiatan workshop ini adalah masyarakat karang taruna yang terdiri dari pemuda dan Kelompok Sadar Wisata Desa Parangtritis. Diharapkan melalui kegiatan workshop yang sebagian besar diikuti oleh pemuda, mampu mengubah pemahaman bahwa penataan penggunaan lahan di zona inti gumuk pasir adalah sebagai investasi yang disiapkan dalam pariwisata Parangtritis. Hal penting yang selanjutnya perlu dilakukan adalah menyiapkan memanajemen pariwisata gumuk pasir yang berkelanjutan.

Melalui tujuan itu, PGSP menghadirkan dua pembicara yang sudah ahli di bidangnya masing-masing yang berkaitan dengan topik workhsop. Pembicara pertama adalah pelaku kreatif di Yogyakarta yaitu Eko Bebek. Beliau sudah malang melintang di dunia event organizer. Pembicara yang kedua adalah Prof. M. Baiquni yang (juga) telah lama menggeluti dunia pariwisata. Melalui dua pembicara ini, diharapkan para peserta mampu mendapatkan perspektif baru dalam pengelolaan gumuk pasir parangtritis yang disesuaikan dengan kondisi zona inti dan lebih moderat sehingga sesuai dengan permintaan konsumen.

Eko bebek sebagai pelaku kreatif memaparkan tentang perspektif baru pengelolaan pariwisata gumuk pasir. Di tahun 2017, akan diadakan kembali Festival Gumuk Pasir Jogja dengan konsep yang lebih matang dari sebelumnya. Hal ini merupakan keseriusan untuk meggarap potensi wisata gumuk pasir. Rencana penyelenggaraan Festival Gumuk Pasir Tahun 2017 diharapkan akan menjadi awal dari pengelolaan potensi pariwisata gumuk pasir yang menguntungkan seluruh elemen masyarakat yang ada di gumuk pasir. Melalui ekshibisi kuliner laut, diharapkan hal ini semua dapat terjadi. Festival gumuk pasir tahun depan rencananya akan jauh lebih meriah dan terbagi ke dalam 2 rencana besar, yaitu program tetap dan program sementara.

2 - workshop
Gambar 1. Sekertaris Utama BIG, memberikan sambutan dalam workshop

Selain itu, eko bebek juga menerangkan tentang manajemen pembuat acara (event organizer management) yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu memiliki tujuan yang jelas, tema yang kuat, memperhatikan STP atau Segmentasi, Targetting, dan positioning. Acara yang sukses juga memiliki beberapa syarat yaitu unik, menarik, dan berbeda dari acara-acara lainnya. Unsur ‘menghibur’ juga tidak dapat dilepaskan dari penyelenggaraan suatu acara.

Profesor M. Baiquni dari Fakultas Geografi UGM memaparkan hal-hal fundamental perencanaan pariwisata. Beliau menyampaikan bahwa tren perkembangan pariwisata di Indonesia begitu baik, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan spesialisasi wisata budaya dan pendidikan. Senada dengan Eko Bebek, beliau menekankan bahwa potensi wisata gumuk pasir perlu menekankan ALUI (Asli Langka Unik Indah) karena ke empat elemen  itu ada di gumuk pasir parangtritis. Sebagai penutup, prof Baiquni juga menjelaskan mengenai sapta pesona pariwisata lebih dalam, yaotu aman, tertibm bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan.

Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta. Antusiasme yang tinggi ditunjukkan oleh peserta yang hadir mengingat banyaknya pertanyaan yang juga diimbangi dengan kualitas bobot pertanyaan. Secara umum, pertanyaan yang dilontarkan adalah seputar manajemen pengelolaan gumuk pasir yang saat ini sedang hangat mengalami isu penertiban. Ada pihak yang pro dan kontra, namun ditekankan bahwa dalam embangunan perencanaan pariwisata di kawasan kagungan dalem seharusya melibatkan seluruh pihak sehingga tidak ada yang merasa tertinggal di belakang. Harapannya, penertiban dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apabila tidak terjadi peningkatan yang signifikan, dapat dikatakan bahwa usaha penertiban yang berjkalan berlangsung sia-sia.

MDP

SHARE: