Kunjungan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Walisongo Semarang

Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang berkesempatan melakukan kunjungan ke Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP). Kunjungan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 11 Januari 2018. Mahasiswa semester satu ini melakukan kunjungan dalam rangka mengisi liburan semester gasal. Rombongan mahasiswa sebanyak 40 orang tersebut sampai di lokasi PGSP pada pukul 14.00 WIB dan disambut oleh pihak PGSP. Tidak hanya dengan pihak PGSP, mahasiswa semester satu tersebut juga didampingi oleh mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang sedang melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di PGSP.

                Materi pertama yang diberikan yaitu berupa pengenalan dan pemutaran video pengenalan gumuk pasir dan PGSP yang dipandu oleh Bernike Hendrastuti. Pemutaran video dilakukan di ruang studio (Gambar 1). Kemudian setelah pemutaran video, mahasiswa melakukan tanya jawab tentang materi video yang telah dilihat bersama. Kunjungan dimulai dengan menyusuri lantai 1 dengan materi pengenalan kemaritiman, yaitu berupa produk kemaritiman, sejarah kemaritiman, serta jalur tol laut. Mahasiswa sangat tertarik dengan jalur tol laut yang disimulasikan.

walisongo

Gambar 1. Pemutaran Video Pengenalan Gumuk Pasir dan PGSP

“Kalau ada jalur tol laut seperti ini pasti akan mempermudah jalur pelayaran dan transportasi laut” ujar salah satu mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

                Kunjungan dilanjutkan di lantai dua yang dipandu oleh nida dan alfi yang merupakan mahasiswa yang sedang melakukan PKL di PGSP. Di lantai dua terdapat beberapa alat pengindraan jauh. Alat-alat yang ditunjukkan mulai dari alat yang tertua hingga yang terbaru. Mahasiswa dikenalkan dengan sejarah pengindraan jauh beserta alat-alat yang digunakan dalam pengindraan jauh. Selain itu, simulasi pengindraan jauh dengan menggunakan aplikasi Google Earth juga dipraktikkan oleh mahasiswa.

                Setelah melakukan kunjungan di lantai dua keudian dilanjutkan ke lantai tiga. Ketika di lantai tiga mahasiswa yang melakukan kunjungan diberikan pengenalan mengenai gumuk pasir. Gumuk pasir di lantai tiga dijelaskan mengenai proses terbentuknya serta komponen-komponen terbentuknya gumuk pasir. Penjelasan tersebut dimulai dari bentuk-bentuk pola gumuk pasir yang terdapat di dunia dan juga yang terdapat di Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta yang bertipe gumuk pasir Barchan. Kemudian dijelaskan juga mengenai jenis batuan-batuan. Batuan tersebut dimulai dari batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Selanjutnya peserta kunjungan dipersilahkan naik ke lantai empat, lebih tepatnya pada lantai ini mahasiswa dipersilahkan untuk berfoto-foto atau melakukan sesi dokumentasi. Peserta kunjungna disini diberikan kesempatan untuk menyaksikan kondisi disekitas PGSP dari lantai empat. Peserta sangat antusias dalam melakukan sesi ini, karena peserta dapat update di social media tentang kunjungan mereka di PGSP. Hal tersebut dapat dilihat dari cara salah satu peserta yang melakukan aktivitas vlog video.

Setelah selesai di lantai empat, peserta diajak kembali turun oleh pemateri untuk berkunjung di lantai dua. Kunjungan di lantai dua tepatnya masuk kedalam ruangan yang difilosofikan sebagai Sungai Opak yaitu lorong pengetahuan. Diruang ini peserta dijelaskan mengenai proses terbentuknya gumuk pasir yang terbentuk oleh letusan Gunung Merapi yang mengeluarkan material-material vulkanik kemudian dialirkan oleh Sungai Opak dan Sungai Progo. Selanjutnya masuk ke dalam ruangan yang dianggap sebagai gumuk pasir, yaitu ruang pameran. Ruang ini mahasiswa diajarkan melakukan simulasi drone. Simulasi drone ini memberikan pelajaran cara mengemudikan peswat drone seperti layaknya bermain game.

Nida-Nanda (Universitas Trunojoyo)