Mahasiswa Magang Universitas Trunojoyo : PGSP Mengajarkan Banyak Ilmu

Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) menerima mahasiswa magang di awal tahun 2018. Mahasiswa magang berasal dari program studi Ilmu Kelautan Universitas Trunoyo Madura (UTM). Mahasiswa berjumlah 12 orang, telah memulai magang dari tanggal 8 Januari 2018 sampai 8 Februari 2018. Program magang tersebut merupakan program wajib dari Universitas Trunojoyo Madura, yang ditempatkan di berbagai instansi pemerintahan, termasuk di PGSP yang merupakan bagian dari Badan Informasi Geospasial.

Mahasiswa melakukan berbagai kegiatan-kegiatan selama magang. Kegiatan yang dilakukan selama magang di anatarnya adalah melakukan riset, membantu pekerjaan staff PGSP, dan menerima pelatihan-pelatihan terkait SIG dan penginderaan jauh. Riset yang dilakukan membahas banyak tema, di antaranya terkait perencaanaan wilayah zona inti gumuk pasir, rip current, analisis garis pantai, analisis zona penagkapan ikan, pemetaan banjir, dan analisis butiran pasir di pantai selatan. Riset-riset yang dibahas memang banyak memabahas terkait kepesisiran dan  kemaritiman. walaupun mahasiswa melakukan riset secara mandiri, mahasiswa tetap mempunyai pembimbing riset sebagai sarana mahasiswa untuk berdiskusi dan memecahkan masalah. Dalam melaksanakan riset, beberapa mahasiswa juga melakukan survey sebagai koreksi dan pembanding data di lapangan dan data sekunder yang diolah. Riset-riset tersebut ditulis dalam bentuk paper, dan naskah terbaik akan dimuat dalam edisi Bunga Rampai Kepesisiran dan Kemaritiman yang akan dirterbitkan PGSP.

Mahasiswa juga membantu pekerjaan staff PGSP, di antaranya membantu pelayanan kunjungan, kontribusi pembuatan buku, dan dokumentasi koleksi-koleksi Museum Gumuk Pasir. Dengan membantu pekerjaan staff harapannya, PGSP dapat mengajarkan dan memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang tanggung jawab bekerja. Melalui kegiatan kunjungan, mahasiswa belajar untuk melayani orang, berkomunikasi dengan orang dari berbagai latar belakang. Sementara, mahasiswa juga dapat belajar sebagai peneliti ketika membantuk pembuatan buku yang akan diterbitkan PGSP. Mahasiswa didorong untuk dapat menulis, bukan memindahkan tulisan.

Selama melaksanakan magang di PGSP, mahasiswa juga mendapatkan ilmu-ilmu terkait pemanfaatan informasi geospasial dan kepenulisan. Ilmu terkait SIG dan Penginderaan Jauh didapatkan mahasiswa UTM dalam perkuliahan. Namun, di PGSP, mereka tetap diajarkan SIG dari dasarnya. Mahasiswa diberikan ilmu terkait georeferencing, digitasi, analisis sampai layouting sehingga dapat menghasilkan peta yang sesuai dengan kaidah kartografi. Selain pelatihan terkait pemanfaatan informasi geospasial, mahasiswa juga mendapatkan ilmu terkait kepenulisan. Di PGSP, mahasiswa didorong untuk senang menulis. Mereka diberikan pelatihan menulis artikel yang benar, sesuai EYD, dan membuat kalimat yang baku dan efisien. Mahasiswa juga diberikan tugas membuat artikel secara rutin dengan berbagai tema.

DSC_0358

Kegiatan magang di PGSP memang sudah sering dilakukan. Kegiatan magang dikemas dengan mengajarkan mahasiswa dapat menjadi pekerja yang baik. Namun, PGSP juga mengajarkan ilmu baru yang baru sehingga mahasiswa magang dapat mengolah dan memanfaatkan informasi geospasial lebih luas.