Modernisasi Nelayan Menuju Kesejahteraan

Sekitar 60% masyarakat Indonesia tinggal di sekitar wilayah pesisir yang memiliki sumber daya alam laut yang banyak (Karubaba, 2001). Potensi sumber daya alam yang melimpah di laut sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat pesisir. Sektor kelautan merupakan salah satu sektor yang sangat diandalkan penduduk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama masyarakat nelayan (Yuliana et al., 2016).

Nelayan memiliki tanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan berjasa untuk meningkatkan sektor perikanan di Indonesia. Pada musim timur, nelayan melakukan penangkapan ikan kurang lebih 7 jam (Karubaba, 2001). Para nelayan biasanya menginap selama kurang lebih 3 hari di pulau-pulau terdekat dan tetap melakukan kegiatan penangkapan, hasilnya dikonsumsi sendiri (Karubaba, 2001). Nelayan melakukan penangkapan ikan tergantung pada kondisi cuaca. Pada musim timur nelayan melakukan penangkapan ikan hampir setiap hari. Pada musim barat, nelayan melakukan penangkapan ikan hanya untuk memenuhi konsumsi sehari-hari (Karubaba, 2001).

Nelayan melakukan pekerjaan yang berpengaruh terhadap sektor perikanan Indonesia dan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Namun, banyak yang beranggapan bahwa profesi tersebut kurang sejahtera karena beberapa faktor. Kenapa kondisi nelayan sering dalam julukan kurang sejahtera?

Modernisasi Nelayan Indonesia
Gambar 1. Aktivitas Nelayan (Wisuda, 2018)

Permasalahan yang sekarang ini dapat menjadi sorotan yaitu hubungan antara pemenuhan kebutuhan nelayan dengan pemanfaatan sumber daya laut. Penggunaan alat tangkap yang sebagian besar masih tradisional juga termasuk faktor dari permasalahan (Karubaba, 2001). Pendapatan yang diperoleh nelayan sifatnya harian dan jumlahnya tidak bisa ditentukan, selain itu pendapatannya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim serta status nelayan itu sendiri (Hamza, 2009). Sebagian besar nelayan menangkap ikan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya sendiri (Karubaba, 2001). Secara garis besar nelayan kurang dalam peningkatan terhadap teknologi dan pendidikan (Yuliana et al., 2016).

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi nelayan saat ini, perlu dilakukan berbagai peningkatan terhadap kehidupan nelayan. Hal tersebut perlu dilakukannya modernisasi nelayan. Modernisasi nelayan sebagai bentuk perhatian agar dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan disamping untuk peningkatan produksi juga untuk pemenuhan kebutuhan ikan dalam berbagai daerah (Yuliana et al., 2016).

Berbagai upaya yang dilakukan dalam modernisasi nelayan yaitu perlu dibentuk kelompok usaha masyarakat, khususnya kelompok nelayan dan pengolah ikan (Karubaba, 2001). Pemahaman masyarakat khususnya para nelayan terhadap produksi perikanan yang baik perlu ditingkatkan (Karubaba, 2001). Pengaktifan kembali lembaga ekonomi seperti KUD (koperasi unit daerah). Hal tersebut berguna untuk membantu kelompok usaha nelayan (Karubaba, 2001). Modifikasi sarana penangkapan perlu diperbaiki agar hasil perikanan terus meningkat (Yuliana et al., 2016).

Vitri Nur Salechah
vitrichaa@gmail.com

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura


Referensi:  

Hamza, A. (2009). Respons Komunitas Nelayan Terhadap Modernisasi Perikanan: Studi Kasus Nelayan Suku Bajo di Desa Lagasa Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi tenggara. Jurnal Agrisep, 1-11.

Karubaba, C. (2001). Kajian Pemenuhan Kebutuhan Pangan Nelayan pada Musim Timur dan Musim Barat Kaitannya dengan Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir. Jurnal Pesisir dan Lautan, 1-11.

Yuliana, L., Septri, W., dan Indra, C. (2016). Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan Tradisoinal dan Modern pada Komunitas Nelayan Sekunyit, Kaur, Provinsi Bengkulu. Jurnal Agrisep, 163-175.

Referensi Gambar:  

Wisuda. (2018, April 06). Foto : Beginilah Aktivitas Nelayan Indonesia. Mongobay. https://www.mongabay.co.id/2018/04/06/foto-beginilah-aktivitas-nelayan-indonesia/