PGSP dan UGM Menguji Pedoman Pemetaan Gumuk Pasir

Tujuh belas mahasiswa Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam kegiatan survei lapangan di Gumuk Pasir Parangtritis pada Senin hingga Rabu, 2—4 November 2020. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) dalam rangka uji coba perdana Pedoman Pemetaan Kondisi Gumuk Pasir yang nantinya akan diusulkan menjadi Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (Perka BIG).

Dalam pelaksaannya, PGSP bekerja sama dengan Fakultas Geografi UGM dan Prodi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (PJSIG) Sekolah Vokasi UGM. Dari tujuh belas mahasiswa tersebut, empat berasal dari Prodi Pembangunan Wilayah, antara lain Itsna Nur’aini, Moh. Syahrul Irfan Fahmi, Ikrima Barrorotul Farikhiyah, dan Muhammad Galang Ramadhan Al Tumus. Sedangkan delapan mahasiswa berasal dari Prodi Geografi dan Ilmu Lingkungan, antara lain Anugrah Aditya Insani, Relinda Dewi Astabella, Catur Ari Firmansyah, Sri Utami, Fahry Adhi Satrio, Melati Mustikaningrum, Muhammad Fikri Hibatullah, serta Nur Hidayatin. Diketahui, kedua belas mahasiswa tersebut tergabung dalam kelompok studi fakultas Geography Study Club. Sementara, lima mahasiswa dari Prodi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (PJSIG) Sekolah Vokasi UGM yaitu Laksita Ristiningsih, Nur Halimah, Irma Herawati, Latifa Melani Putri, dan Khoiriyah Ambarwati.

pedoman gumuk pasir
Gambar 1. Foto Bersama PGSP dengan Mahasiswa UGM

Dengan semangat yang tinggi dalam mengeksplorasi hal baru, para mahasiswa antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Sebagian besar mengakui, sebelumnya belum begitu menguasai secara teknis kegiatan yang dilakukan selama survei lapangan, khususnya penggunaan alat penelitian berupa sand trap, yaitu media yang digunakan untuk menangkap pasir yang tertiup angin. Namun begitu, semua sepakat kegiatan ini sangat bermanfaat dan terpikir untuk merekomendasikannya kepada teman-teman lainnya.

Survei lapangan ini menjadi kegiatan lapangan kedua PGSP di tahun 2020, setelah sebelumnya kegiatan rutin tahunan pemotretan udara Gumuk Pasir Parangtritis dengan UAV telah dilakukan pada Februari lalu. Kondisi pandemi covid-19 sempat menangguhkan beberapa kegiatan di PGSP, khususnya yang berhubungan dengan kegiatan fisik dan banyak personil. Namun dengan dukungan beberapa pihak, khususnya Universitas Gadjah Mada, serta dengan tetap mengoptimalkan protokol kesehatan, alhamdulillah kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Survei gumuk pasir menggunakan sandtrap
Gambar 2. Kondisi Survei Lapangan di Gumuk Pasir Parangtritis

Luaran dari kegiatan survei lapangan ini adalah draft akhir Pedoman Teknis Pemetaan Gumuk Pasir. Parangtritis menjadi pilot project sebab kondisi gumuk pasir di Parangtritis semakin lama semakin memprihatinkan dan terancam punah. Oleh karena itu, PGSP mencoba menyusun sebuah pedoman pemetaan sehingga nantinya kondisi tersebut dapat terinventarisasi secara ilmiah dan legal serta dapat menjadi salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan terkait restorasi gumuk pasir di Parangtritis, termasuk pula gumuk pasir-gumuk pasir lainnya yang ada di Indonesia seperti di Slopeng (Pulau Madura) dan di Oetune (Nusa Tenggara Timur).

 


Bernike Hendrastuti
Pendamping Kunjungan dan Promosi
Parangtritis Geomaritime Science Park
Badan Informasi Geospasial