Rintisan Museum Budaya Pesisir Selatan sebagai Tonggak Peradaban Masyarakat Pesisir

Peresmian Museum Budaya Pesisir Selatan
Rintisan Museum Budaya Pesisir Selatan sebagai Tonggak Peradaban Masyarakat Pesisir

Bertambah lagi satu destinasi wisata di Kabupaten Bantul, yakni Museum Budaya Pesisir Selatan, Rabu (5/4). Museum yang dikepalai oleh Sudaryani Nurwati tersebut berada tepat di kawasan Pantai Kwaru, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Museum diresmikan oleh Drs Budi Husada, yang mewakili Wakil Guburnur Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Wakil Bupati Kabupaten Bantul H. Abdul Halim Muslih. Bapak Wakil Bupati Bantul menegaskan bahwa Museum Budaya Pesisir Selatan masih menjadi rintisan, sehingga diperlukan banyak dukungan agar dapat menjadi museum unggulan. “Harapan ke depan untuk Museum Budaya Pesisir Selatan adalah menjadi sumber informasi terkait metode penangkapan ikan, “jelas bapak Halim pada pidato peresmian museum. Informasi mengenai teknologi penangkapan ikan yang dimaksud adalah mengenai pengenalan alat penangkapan ikan, jenis ikan yang dihasilkan, serta waktu terbaik dalam menangkap ikan. Arahan selanjutnya oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakilkan oleh Drs Budi Husada dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. “Melalui museum akan dapat dengan mudah mempelajari sejarah masa lalu,” Sri Paduka Pakualam X dalam pidatonya. Beragam informasi yang diperlukan dapat diketahui melalui museum. Museum dapat membentuk jati diri dan identitas suatu bangsa. Arahan-arahan yang telah disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY menjadi cambuk semangat untuk para generasi muda untuk terus belajar akan sejarah untuk melangkah menapak masa depan yang lebih gemilang.

Peresmian Museum Budaya Pesisir Selatan
Rintisan Museum Budaya Pesisir Selatan sebagai Tonggak Peradaban Masyarakat Pesisir

Peresmian museum juga menjadi pengenalan beberapa paket-paket wisata yang telah dilakukan di Pantai Kwaru. Beberapa paket yang terdapat di Pantai Kwaru meliputi paket memasak ikan, membatik, susur Pantai Kwaru, dan outbond dapat dilakukan di Pantai Kwaru. Museum sebagai sarana edukasi juga disajikan beberapa alat yang digunakan untuk menggarami ikan, alat yang digunakan nelayan dalam mencari ikan, serta beberapa perabot yang digunakan oleh para nelayan dalam kehidupan sehari-harinya. “Museum saat ini masih memiliki koleksi yang sedikit, akan tetapi diharapkan museum dapat menjadi sarana edukasi untuk semua kalangan masyarakat,” terang ibu Kepala Museum Budaya Pesisir Selatan. Bukan sedikit banyaknya yang diberikan, namun yang menjadi pokok adalah kemanfaatan untuk masyarakat luas. Salam sahabat museum-Museum di hatiku.

-DSW-