SD Baratan Pakem Belajar Gumuk Pasir di Museum Gumuk Pasir

Jumat (27/09/2019) SD Baratan yang berlokasi di Pakem, Sleman jauh-jauh datang dari ujung utara menuju ujung selatan Yogyakarta untuk belajar tentang fenomena Gumuk Pasir yang unik di Parangtritis. Kunjungan yang difasilitasi Dinas Kebudayaan DIY ini diikuti oleh 70 siswa dari SD Baratan. Kunjungan diawali dengan menonton film tentang Dinamika Pesisir Pantai Selatan kemudian dilanjutkan dengan roundtrip ke Museum Gumuk Pasir.

Kunjungan berjalan lancar tanpa hambatan. Seluruh area ruangan yang ada di museum ini sudah dijelajahi. Anak-anak tampak tertarik dengan semua koleksi yang ada di dalam gedung museum. Satu persatu alat yang ada di lantai 2 diamati dan dicoba. Mereka sangat senang mencoba Stereoskop, sebuah alat untuk melihat citra 2D menjadi gambar 3D. Senyum puas terlihat ketika mereka berhasil melihat gambar 3D dari citra yang ada di bawah alat tersebut.

Koleksi Museum Gumuk Pasir
SD Baratan Pakem Belajar Alat Pemetaan Jaman Dahulu

Kunjnganpun berakhir ketika mereka memasuki Gedung Display dan melihat susunan maket gedung PGSP dan mengerti bahwa pembangunan gedung museum sesuai dengan Filosofi pembentukan Gumuk Pasir, mulai dari Gedung Kerucut sebagai Gunung Merapi yang merupakan sumber utama material pasir, kemudian Lorong Pengetahuan yang merupakan Sungai Opak yang membawa material dari Merapi ke laut. Serta gedung display yang menggambarkan sebagai gumuk pasir yang telah terbentuk.

 

 


Uun Tsani
Edukator Museum Gumuk Pasir
Parangtritis Geomaritime Science Park