Semakin Rendahnya Perdagangan Lokal

Kejayaan bahari telah ada sejak masa kerajaan Indonesia dengan pembuktian corak perahu pada ukiran dinding di masa kerajaan yang menunjukkan adanya kegiatan pelayaran. Perahu pada masa itu digunakan sebagai alat transportasi dan sarana perdagangan antar wilayah untuk mengarungi lautan yang luas (Sadhyoko, 2015 ). Maritim ada sejak Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa sebagai kerajaan yang kuat dan sikap peduli dengan lingkungan laut strategisnya dalam alur keluar masuknya perdagangan Internasional (Sulistiyono, 2016). Menurut (Sadhyoko, 2015 ) Kerajaan  Gajah Mada mampu menyatukan nusantara akan tetapi berhasil direbut oleh Portugis. kekalahan Portugis dengan Kerajaan Fatahillah dengan seiring berjalannya waktu, kekuatan maritim Selat Malaka mengalami kemunduran dan di saat itulah Belanda mempunyai keinginan untuk menguasai kembali. Pasukan Jepang yang kembali lagi untuk merebut wilayah maritim Indonesia yang berhasil digagalkan oleh pasukan laut Indonesia. Menurut (Sulistiyono, 2016) Semangat para pemuda untuk memberikan pelajaran dalam pembangunan kejayaan maritim Indonesia kembali. Dalam terjadinya peristiwa tersebut ditetapkan pada tanggal 21 Agustus sebagai hari Maritim Nasional.

Maritim yaitu proses dan pengawasan dalam kegiatan kelautan dan pemanfaatan potensi di bidang kelautan secara optimal (Kadar, 2015). Makna lain dari maritim  yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan kelautan dan teknis arahan dalam lintas kelautan (Muhamad, 2014). Kegiatan maritim yaitu proses kegiatan yang dilakukan dan berhubungan langsung dengan cara mengarungi lautan yang luas dan pemetaan ruang wilayah permukaan laut. Maritim dijadikan sebagai tujuan penting dalam bidang kelautan untuk kemajuan negara Indonesia. Menurut (Kadar, 2015) negara maritim yaitu negara yang memiliki potensi sumberdaya alamnya yang besar dibidang kelautan dengan letak geografis yang strategis untuk menunjang perekonomian negara.

Menurut (Yuliati, 2014) dari kondisi geografis Indonesia yang luas maka kegiatan transportasi dapat menjangkau wilayah yang jauh hingga wilayah pulau. Perkembangan transportasi laut Indonesia saat ini membutuhkan biaya relatif terjangkau dibandingkan transportasi udara dan darat. Kegiatan maritim dalam transportasi laut memiliki peran penting karena berpengaruh besar terhadap keberlangsungan hidup negara kepulauan. Kegiatan dalam transportasi maritim menjadi media utama sehingga mampu menjadikan hubungan erat antar bangsa (Sulistiyono, 2016). Negara Indonesia memiliki kapal pesiar yang digunakan untuk mengarungi Nusantara yang luas dan merupakan wujud perkembangan dari kapal tradisional (Wibowo, 2017).

Kapal Menjadi Transportasi utama di Negara Maritim
Transportasi Laut di Pantai Konoha

Banyaknya kapal yang berlabuh di laut Nusantara karena permintaan distribusi produksi masih harus dipenuhi terus menerus dari masa Kerajaan Sriwijaya (Pradhani, 2017). Kegiatan monopoli penduduk meliputi pengiriman rempah dari bagian timur kepulauan Indonesia yang dilakukan dan dikumpulkan di pelabuhan Jawa (Yuliati, 2014). Adanya krisis global ekonomi di Indonesia merupakan langkah yang sangat penting untuk memperbaiki kemandirian keutuhan pokok (Sulistiyono, 2016). Dalam permasalahan krisis distribusi yang menonjol saat ini yaitu tingkat ekspor yang menurun dan meningkatnya tingkat impor dari negara lain. Pemasaran dalam negeri masih tahap perkembangan jika dibandingkan dengan pemasaran perdagangan luar negeri.

Indonesia sebagai kawasan bebas daerah perdagangan internasional dan telah memberikan nilai pemasukan terbesar kepada negara (Pradhani, 2017). Menurut (Yuliati, 2014) perdagangan maritim Internasional dapat membawa pemasukan negara yang besar karena dapat mengenali antar budaya dengan yang lain. Indonesia dalam Perdagangan Internasional yang strategis mempunyai dua rute antar negara (Sulistiyono, 2016). Perlindungan jalur utama perdagangan antara wilayah Nusantara telah dilindungi oleh keamanan negara yang dapat bertanggung jawab (Wibowo, 2017). Berbagai macam ancaman di jalur penghubung pelayaran dunia yaitu perampokan kapal, penculikan awak kapal, perdagangan manusia dan penyelundupan senjata. Terdapat juga kemungkinan serangan teroris yang bertujuan untuk melumpuhkan perdagangan Internasional (Panduwinata, 2016).f

Produk lokal yang mendukung untuk kemajuan negara masih belum terpenuhi, yang menjadi faktor utama dalam kegiatan perdagangan dari luar negeri ke dalam negeri. Rendahnya kegiatan perdagangan dari dalam negeri ke luar negeri yang dapat mempengaruhi pemasukan negara. Produk dalam negeri yang  memadai tetapi masih belum bisa untuk dimanfaatkan dengan baik dan kurangnya peminatan produk dalam negeri. Sebaiknya perdagangan produksi lokal yang lebih di manfaatkan kembali dengan permintaan lokal yang tinggi untuk memenuhi agar bisa memulihkan dalam kegiatan perdagangan ke luar negeri. Untuk meningkatkan pendapatan dalam negeri, adanya kebijakan yang membatasi penerimaan perdagangan dari luar negeri.

 

Vita Niswatul Kartika
vitakartika30@gmail.com

Program Studi  Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura

 


Referensi:  

Kadar, A. (2015). Pengelolaan Kemaritiman Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia. Jurnal Keamanan Nasional, 427-442.

Muhamad, S. V. (2014). Menuju Poros Maritim Dunia. Info Singkat Hubungan Internasional.

Panduwinata, Y. (2016). Pengawasan Wilayah Laut Selat Malaka Pada Kerjasama Malacca Strait Sea Patrols Tahun 2011 – 2013 : Perspektif Indonesia . Journal of International Relations, 276-281.

Pradhani, S. I. (2017). Sejarah Hukum Maritim Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam Hukum Indonesia Kini . Jurnal Lembaran Sejarah , 186-203.

Sadhyoko, J. A. (2015 ). Pertempuran Laut Aru Tonggak Awal Penanaman Jiwa Bahari Dalam Pembangunan Kekuatan Maritim Bangsa Indonesia . Jurnal HUMANIKA, 1-9.

Sulistiyono, S. T. (2016). Paradigma Maritim Dalam Membangun Indonesia : Belajar dari sejarah. Jurnal Lembar Sejarah , 81-108.

Wibowo, W. (2017). Kemaritiman Indonesia: Sebuah Kajian Kritis . Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 211-222.

Yuliati. (2014). Kejayaan Indonesia Sebagai Negara Maritim (Jalasveva Jayamahe). Jurnal Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan , 129-134.

 

Referensi Gambar: 

https://d2d2tb15kqhejt.cloudfront.net/img/original/pemancinghuhatei_fitrianjayani_resized.jpg