Survei Gumuk Pasir Tungtung Karang, Garut, Jawa Barat

Survei eksplorasi gumuk pasir merupakan salah satu kegiatan Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) dalam rangka melakukan identifikasi kawasan-kawasan gumuk pasir yang ada di Indonesia. Kegiatan survei Gumuk Pasir Tungtung Karang dilakukan selama 5 hari, sejak senin, 21 sd jumat, 25 juni 2021 untuk mengidentifikasi dan inventarisasi potensi dinamika pada keberadaan bentuklahan gumuk pasir sesuai dengan syarat-syarat terbentuknya berdasarkan faktor fisik pembentuknya, antara lain material pembentuk, kecepatan angin, dan vegetasi endemik.

Gumuk Pasir Tungtung Karang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa tepatnya di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 selama di lapangan, kegiatan survei dilakukan dalam beberapa tahap diantaranya (1) pengukuran angin, (2) pengukuran transport material pasir dan pengambilan sampel pasir, (3) identifikasi vegetasi endemik dan (4) pemotretan foto udara. Lebih lanjut, survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi gumuk pasir berdasarkan tipe dan proses pembentukannya. 

Pengukuran angin dilakukan untuk mengetahui arah dan kecepatan angin di sekitar kawasan gumuk pasir. Berdasarkan hasil pengukuran pada puncak pergerakan angin (14.00-16.00 WIB), diperoleh kecepatan angin rerata antara 4,5-6,2 m/s. Angin menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan gumuk pasir yang dapat mengangkut pasir-pasir dari gisik pantai ke arah daratan. Semakin kencang angin bertiup ke daratan maka transportasi sedimen juga semakin intensif. Selain itu, luasan gumuk pasir juga dipengaruhi oleh angin dimana semakin tinggi kecepatan angin jangkauan transportasi pasir akan semakin jauh.

Pengukuran transport material pasir dilakukan menggunakan alat berupa sand trap yang dapat menampung pasir yang terbawa oleh angin. Selanjutnya, pasir yang telah terperangkap dapat dianalisis lebih lanjut secara kuantitatif (massa  per satuan waktu) dan kualitatif (ukuran dan volume pasir). Identifikasi jenis pasir dapat dilakukan untuk mengetahui jenis batuan pembentuk dan asal pembentukannya. Pengukuran transport material pasir ini dilakukan untuk mengetahui waktu yang diperlukan untuk pembentukan dan pertumbuhan gumuk pasir. 

Identifikasi vegetasi endemik dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan Gumuk Pasir Tungtung Karang. Jenis vegetasi endemik yang ditemukan antara lain spinifex (rumput lari), pandan laut, dan widuri. Vegetasi endemik yang tumbuh di kawasan gumuk pasir ini berpengaruh terhadap proses pembentukan gumuk pasir tersebut. 

Gambar 1. Kawasan Gumuk Pasir Tungtung Karang

Pemotretan udara dilakukan untuk mendapatkan data geospasial di kawasan Gumuk Pasir Tungtung Karang. Kegiatan ini dilakukan menggunakan UAV/drone tipe quadcopter di atas gumuk pasir. Foto udara hasil pemotretan ini dapat digunakan untuk melakukan identifikasi lebih lanjut seperti penghitungan luas gumuk pasir dan ketinggian gumuk pasir, maupun analisis tipe gumuk pasir dan penutup lahan di wilayah gumuk pasir. Sehingga, data-data tersebut dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan terkait pengelolaan kawasan gumuk pasir selanjutnya.

Berdasarkan hasil survei lapangan, diketahui luas tutupan pasir alami yang berhasil diidentifikasi seluas 1,65 hektar. Dari identifikasi secara visual di sekitar gumuk pasir yang sedang tumbuh ditengarai terdapat kawasan gumuk pasir purba yang jauh lebih luas namun telah mengalami perubahan fungsi lahan. Tipe kawasan Gumuk Pasir Tungtung Karang terindikasi masuk dalam tipe parabolik yang dicirikan dengan lereng yang menghadap datangnya angin dan memiliki mahkota (puncak bukit) yang tinggi berkisar 5-10 meter.

Kawasan Gumuk Pasir Tungtung Karang kian dikenal melalui media sosial dan mulai menjadi objek wisata sehingga di sekitar kawasan sudah terdapat permukiman dan bangunan pendukung kegiatan wisata. Pengelolaan lebih lanjut dengan dukungan kajian secara saintifik diharapkan dapat mempertahan kelestarian kawasan gumuk pasir agar dapat terus berkembang dan terjaga tutupan pasir alaminya serta di saat yang sama memberikan sumbangsih ekonomi bagi masyarakat sekitar.