Workshop Batik Celup sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat

Jum’at (21/02/2020), Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Inovasi Masyarakat melalui Sinergi Informasi Geospasial dan Kearifan Lokal. Workshop tersebut diselenggarakan dalam rangka mewujudkan PGSP sebagai center of excellent. Dengan mensinergikan kearifan lokal, khususnya batik, workshop yang diselenggarakan merupakan workshop membuat batik celup. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium PGSP tersebut diikuti  kurang lebih 69 anggota PKK Dukuh Depok. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kretek (Ibu Camat Kretek) juga turut memberikan sambutan dalam acara dan berpartisipasi mengikuti workshop.

Pengenalan Batik Celup dari Pemateri Workshop
Gambar 1. Pengenalan Batik Celup dari Pemateri Workshop

Acara workshop pembuatan batik celup menggandeng pakar batik dari Jogja yang berasal dari salah satu Komunitas Batik Yogyakarta. Narasumber yang mengisi workshop tersebut adalah Bapak Luki. Dalam kesempatan tersebut, ibu-ibu PKK diberikan pemahaman mengenai pengenalan batik celup, teknik dan cara batik celup. Workshop yang diselenggarakan tidak hanya sekedar pemberian materi ataupun demo pembuatan batik celup, namun seluruh peserta yang hadir mempraktekan pembuatan batik celup secara langsung. Praktek pembuatan batik celup tersebut menjadi moment yang sangat seru karena masing-masing peserta menginovasikan motif batik yang akan dibuat secara mandiri. Ada yang membuat motif sibori, motif jumputan, motif sarang burung, sampai motif yang cukup abstrak. Workshop pembuatan batik celup tersebut juga memberikan pemahaman kepada peserta terkait teknik pewarnaan, penjemuran dan penguncian warna agar warna tidak pudar.

Workshop menggandeng pakar batik
Gambar 3. Keseruan Ibu-ibu PKK dalam Pembuatan Batik Celup

Dalam workshop tersebut, menjadi suatu kesempatan PGSP untuk mensosialisasikan mengenai informasi geospasial yang berkaitan dengan batik. Sambil menunggu penjemuran batik, Ibu Putri Meissarah selaku Kepala PGSP memberikan pemaparan mengenai batik dalam lingkup spasial. Kesempatan ini menjadi sarana memotivasi PKK Dukuh Depok untuk mengembangkan batik celup sebagai cinderamata khas Parangtritis dengan motif-motif yang dapat diambil dari potensi lokal.

Di akhir acara, hasil workshop yang berupa kain motif batik tersebut dibawa pulang oleh peserta. Kebanyakan dari ibu-ibu PKK Dukuh Depok takjub melihat hasil batik yang dibuatnya. Dengan berbagai warna yang dikombinasikan, batik yang dibuat menjadi suatu kain batik yang cantik dan menarik. Bahkan salah satu ketua RT 4 Dukuh Depok juga tertarik mengadakan worskhop serupa yang diperuntukan untuk PKK RT 4.

Ibu-ibu PKK tampak ceria akan hasil batik celup mereka
Gambar 3. Karya Batik Celup Hasil Wokshop PGSP

Workshop Peningkatan Inovasi Masyarakat melalui Sinergi Informasi Geospasial dan Kearifan Lokal harapannya dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekitar Parangtritis. Workshop yang diselenggarakan harapannya dapat menjadi suatu pemantik PKK sekitar untuk mengembangkan produk yang dapat menjadi cinderamata khas Parangtritis. Sektor pariwisata Parangtritis yang lengkap akan lebih menarik bila pengunjungnya dapat membawa pulang sesuatu yang mengesankan dari wisata yang dikunjungi. Batik, sebagai warisan budaya khususnya Jogja dapat menjadi suatu alternatif cinderamata yang dikembangkan sebagai sarana untuk meningkatkan kepuasan pengunjung dan kesejahteraan masyarakat Parangtritis

 


Bernike Hendrastuti
Pendamping Kunjungan dan Promosi
Parangtritis Geomaritime Science Park
Badan Informasi Geospasial