Asosiasi Komunitas Sungai Indonesia (AKSI) Belajar Fenomena Muara Parangtritis

Minggu (25/8/2019), Asosiasi Komunitas Sungai Indonesia (AKSI) berkunjung ke Museum Gumuk Pasir. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama bagi rekan-rekan dari Asosiasi Komunitas Sungai Indonesia. Kunjungan ke museum tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Jambore Sungai 2019 yang dilaksanakan di Laguna Depok, tujuannya adalah untuk menambah informasi terkait fenomena yang terjadi di dekat muara daerah Parangtritis.

Asosiasi Komunitas Sungai Indonesia antusias belajar kepesisiran
Kunjungan AKSI di Museum Gumuk Pasir

Kunjungan diawali dengan keliling museum secara bebas sambil menunggu peserta Jambore Sungai yang lain. Setelah seluruh peserta sampai di museum, peserta Jambore Sungai yang berasal dari seluruh Indonesia berkumpul di ruang audiovisual untuk menonton video tentang pesisir Parangtritis. Sesuai menonton video, pemandu menjelaskan tentang fenomena gumuk pasir baik prosesnya terbentuknya, manfaatnya, dan keadaannya sekarang. Begitu penasarannya tentang gumuk pasir, pengunjung meminta untuk diputarkan video lain yang lebih detail. Banyak argument dan statement yang dilontarkan oleh peserta terkait fenomena gumuk pasir. Banyak gagasan pro dan kontra terkait gumuk pasir, yang mana seakan vegetasi tidak diperlukan di gumuk pasir. Namun, melalui diskusi dan sharing disepakati bahwa gumuk pasir Parangtritis perlu dilestarikan.

 


Bernike Hendrastuti
Pendamping Kunjungan dan Promosi
Parangtritis Geomaritime Science Park
Badan Informasi Geospasial