Belajar Sejarah di Museum History of Java

Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB) selalu mengadakan pertemuan rutin untuk meningkatkan peran serta museum dalam dunia pendidikan. Kali ini, anggota FKMB berkesempatan untuk menjelajahi sejarah peradaban manusia di Museum History of Java.

Sejarah bagi sebagian orang dianggap kurang menarik karena berisi hal yang kuno. Budaya membaca yang kurang juga menjadi kendala utama dalam menggali informasi sejarah. Tidak demikian dengan Museum History of Java, pengunjung diajak mempelajari sejarah dengan cara berbeda. Berbagai wahana sengaja dihadirkan untuk semua pengunjung dari beragam kalangan. Mulai dari kalangan anak hingga kalangan lanjut dapat berkunjung ke museum.

Beragam koleksi terkait dengan masa pra sejarah sampai dengan masa kerajaan Mataram tersaji dengan indah. Tidak hanya koleksi kuno saja, namun teknologi kekinian juga ditampilkan museum ini. Teknologi yang disebut dengan Augmented Reality dapat dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto diri. Kesan nyata sengaja dihadirkan museum untuk mendekatkan pengunjung dengan peradaban masa lalu. Tidak hanya itu saja, sepertinya kegemaran pengunjung untuk berfoto terus dimanjakan. Pengelola museum sengaja membuat tempat berfoto yang instagramable, seperti suasana jalan lengang di Yogyakarta, suasana hutan, suasana pedesaan, dan suasana berada di atas panggung pertunjukkan dapat menyalurkan kegemaran dalam bidang fotografi.

Belajar sejarah dibuat seolah menjadi tidak menjemukan saat berkunjung ke Museum History of Java. Banyak hal yang menarik saat belajar tentang sejarah peradaban Indonesia. Atmosfer kenyamanan dalam menelusuri setiap keping sejarah menjadi pengalaman menarik untuk diceritakan.

Mari berkunjung ke museum

-DSW-