Inspirasi Museum Saat Berkunjung ke Purwakarta

Purwakarta merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan luas wilayah tidak kurang dari 97.000 hektar. Setiap sudut-sudut kota mulai ditata dengan perwujudan karya seni yang beraneka rupa. Air mancur Sribaduga, Taman Pancawana, dan beberapa museum dikemas dengan elok untuk memikat wisatawan. Inspirasi mulai nampak saat berkunjung ke berbagai museum di Purwakarta. Beberapa museum yang terdapat di Kabupaten Purwakarta diantaranya adalah Bale Panyawangan Diorama Purwakarta, Bale Panyawangan Diorama Nusantara, Bale Indung Rahayu, dan Galeri Wayang. Museum-museum tersebut seolah mengesankan nafas yang serupa, namun menyajikan materi yang berbeda-beda.

Bale Panyawangan Diorama Purwakarta menyajikan sejarah Purwakarta dilengkapi dengan informasi mengenai pemimpin-pemimpin yang pernah memimpin di Kabupaten Purwakarta. Teknologi layar sentuh menjadi salah satu media yang digunakan pengelola untuk menyajikan informasi sejarah Purwakarta. Tak hanya itu saja, beragam diorama yang berkisah akan perjuangan warga Purwakarta dalam melawan penjajah Belanda juga tersaji dalam melengkapi media informasi kepada pengunjung. Pengunjung juga akan berdecak kagum saat berpose menggunakan pakaian adat hanya dengan menggunakan teknologi augmented reality.

01 Teknologi Layar Sentuh Di Bale Panyawangan Diorama Purwakarta e

Bale Panyawangan Diorama Nusantara menyajikan sejarah perkembangan Indonesia. Cerita yang disajikan berupa alur maju yang dimulai dari pembentukan bumi, perkembangan zaman prasejarah sampai perkembangan pada masa setelah kemerdekaan Indonesia. Sejarah maritim nusantara juga menjadi materi dalam museum. Seluruh informasi museum ditampilkan dalam beragam bentuk sajian, seperti teknologi layar sentuh maupun teknologi virtual interaktif terhubung dengan kendaraan yang dapat ditumpangi oleh pengunjung. Sebagai penutup, pengunjung dapat berpose dengan harimau yang menggunkan teknologi augmented reality. Harimau tidak tersaji nyata, namun hanya animasi semata.

Tidak jauh berbeda dengan Bale Panyawangan, Bale Indung Rahayu terinspirasi dari perjuangan seorang ibu dalam melahirkan dan membesarkan anak. Beragam adat istiadat dalam masyarakat Sunda juga dikemas dengan apik. Terdapat beragam jenis rumah adat Sunda, permainan, makanan khas Sunda, maupun alat-alat yang digunakan untuk bertani. Informasi yang disampaikan menggunakan seni mural (lukisan langsung di atas media dinding) dan diorama beragam kegiatan. Beragam alat-alat juga ditampilkan untuk menguatkan informasi kepada pengunjung.  Permainan-permainan anak-anak dapat dimainkan oleh pengunjung menjadi salah satu sarana interaktif yang menarik.

04 Diorama Permainan di Bale Indung Rahayu 2 e

Galeri Wayang terdapat di dalam komplek Kantor Bupati Purwakarta. Informasi yang terdapat di dalam galeri wayang adalah beragam jenis wayang dan topeng yang disajikan dengan apik. Galeri seni seolah menjadi magnet tersendiri saat berkeliling museum. Awal memasuki gedung bangunan, pengunjung langsung disuguhkan layar lebar dengan didukung oleh wayang golek dengan berbagai karakter. Tak hanya wayang golek, disudut lainnya juga terdapat wayang kulit sebagai penguat museum tersebut. Para pengrajin wayang sengaja didatangkan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang pembuatan wayang. Beragam bentuk topeng tersaji dengan indah membentuk pohon hayati. Selain itu, relief cerita-cerita pewayangan menjadi pemandangan tersendiri di ruang galeri. Setiap sudut dari galeri wayang merupakan perwujudan karya seni yang menyatu dengan materi dalam museum. Semoga kelak museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan bahan antik semata, namun dapat menyajikan suatu infromasi unik, kreatif, interaktif, dan inspiratif.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul yang mendukung Kegiatan Studi Komparasi Museum Purwakarta 25-27 Juli 2018.

-DSW-

.

Share: