Hari Air Sedunia: Air Sumber Kehidupan

World Water Day atau hari air sedunia merupakan peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air  yang berkelanjutan. Tanggal 22 Desember 1992 pada sidang umum PBB ke 47 di Rio De Janeiro Brasil, disepakati bahwa air sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Maret (Nasution 2018). Peringatan hari air sedunia dimulai pada tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air dengan cara mengurangi penggunaan air keran yang berlebihan. PBB bersama seluruh anggota PBB gencar mensosialisasikan tentang hari air sedunia ini melalui kegiatan nyata.

Air salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi seluruh makhluk hidup. Setiap hari semua makhluk hidup membutuhkan air bersih terutama manusia. Dengan air bersih manusia dapat memanfaatkanya untuk kebutuhan sehari-hari. Selain untuk kebutuhan sehari-hari air bersih dimanfaatkan oleh manusia untuk minum, kita ketahui bahwa 80% tubuh manusia merupakan air. Dapat dibayangkan jika di bumi ini kekurangan air bersih maka dapat dipastikan bahwa semua makhluk hidup dapat mengalami kematian.

Air merupakan sumber daya alam yang digunakan oleh hajat semua makhluk hidup. Rata-rata kebutuhan air yaitu sebesar 60 L/orang/hari, diperkirakan setiap harinya kebutuhan air bersih ini akan meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya populasi manusia (Pitoyo dan Mohammad 2014). Jumlah penduduk dunia sebesar 6,121 milyar diperlukan air bersih sebanyak 367 km3 per hari (Priyono et.al 2014). Sedangkan pada tahun 2025 diperlukan air bersih sebanyak 492 km3 per hari, dan pada tahun 2100 diperlukan air bersih sebanyak 611 km3 per hari (Priyono et.al 2014). Masalah utama yang dihadapi berkaitan dengan sumber daya air adalah kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Sedangkan kualitas air untuk keperluan domestik yang terus semakin menurun dari tahun ke tahun (Priyono et.al 2014).

Masyarakat dunia sangat mengharapkan Negara Indonesia ikut dalam memperingati Hari Air Sedunia. Hal ini dikarenakan Negara Indonesia adalah negara bahari yang memiliki wilayah kedaulatan sekitar 60% merupakan air laut. Mayoritas air di Negara Indonesia ada di lautan, air tawar hanya sebesar 2,5% dari seluruh air yang ada di Negara Indonesia. Tetapi faktanya sungai-sungai di Indonesia 56% tercemar.

Hari Air Sedunia menyadarkan masyarakat akan air bersih
Gambar Sungai Ciliwung yang Tercemar

Ada berbagai penyebab krisis air bersih di Indonesia terutama di kota-kota besar. Salah satu contohnya di Ibukota Jakarta yaitu pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan banyak perairan yang tercemar dan krisis air bersih. Perairan yang tercemar dapat mengganggu kehidupan biota yang hidup pada perairan sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan menimbulkan penyakit maka perlu adanya kesadaran manusia terhadap pentingnya air bersih.  Mengingat begitu vital peran dari air bersih bagi kehidupan, PBB sangat gencar mensosialisasikan Hari Air Sedunia ini dengan berbagai aksi nyata. Dengan setiap tahunnya memperingati Hari Air Sedunia ini diharapkan masyarakat dunia sadar akan pentingnya air bersih bagi kehidupan. Diharapkan agar masyarakat dunia tidak membuang sampai ke sungai, hal itu juga dapat mengurangi jumlah dari persediaan air bersih.

 

Avin Yusuf Noktasatria
avinyusufnoktasatria@gmail.com

Program Studi Manjemen Sumberdaya Perairan
Universitas Trunojoyo Madura


Referensi:  

BPPT. 2016. Peringatan Hari Air Sedunia. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Greenpace.2013. Hari Air Sedunia: 10 fakta kehancuran yang harus kamu tahu. http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/hari-air-sedunia-10-fakta-kehancuran-yang-har/blog/44441.  Diakses pada 7 Januari 2019.

Pitoyo, E dan Mohammad Razif. 2014. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih Rata-Rata Pusat Perbelanjaan di Kota Surabaya. Jurnal Teknologi Nasional.XI(2):11-22.

Priyono, R., Widyastuti, E dan E. Sasongko. 2014. Kajian Kualitas Air dan Penggunaan Sumur Gali oleh Masyarakat di sekitar Sungai Kaliyasa Kabupaten Cilacap. Jurnal Ilmu Lingkungan. XII(2):72-82..

Sumarmi, S dan Y, Ernovitania. 2017. HUBUNGAN ANTARA PENGELUARAN UNTUK MINUM DAN POLA KONSUMSI AIR DENGAN STATUS HIDRASI PADA SISWI SMP UNGGULAN BINA INSANI SURABAYA. The Indonesian Journal of Public Health. XII(2):276-285.

Referensi Gambar:  

Rudi.(20016, Mei 20). Delapan Sungai di Jakarta Tercemar. Kompas Online. Diakses dari https://megapolitan.kompas.com/read/2016/05/20/16410211/delapan.sungai.di.jakarta.tercemar

https://www.freepik.com/free-photo/woman-s-hands-with-water-splash_1233031.htm