Intip Cerita Kunjungan Wajib Kunjungan Museum di Museum Gumuk Pasir

Kamis, 12 April 2018 MA Nurul Ummah dan SD N Karanganyar berkunjung ke Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP). Kunjungan pertama dari SD N Karanganyar Sleman berjumlah 72 orang. Rombongan berasal dari Wajib Kunjung Museum (WKM) Reguler. Mereka datang menggunakan bus sebanyak tiga buah bus dari Dinas Kebudayaan DIY. Rombongan langsung diarahkan masuk ke studio untuk menonton pemutaran video mengenai pariwisata Parangtritis. Selesai menonton video, diadakan sesi tanya jawab singkat mengenai gumuk pasir guna mengisi lembar kerja siswa yang sudah disiapkan oleh sekolah. Setelah selesai tanya jawab, rombongan diarahkan untuk berkeliling dipandu oleh edukator museum. Rute keliling museum adalah diawali dengan mengelilingi gedung kerucut. Gedung kerucut memiliki empat lantai dengan tema yang berbeda di setiap lantai. Lantai pertama bertemakan geomaritime, di sana terdapat teras Jogja, simulasi kapal selam, tol laut, khasanah maritime Indonesia dan hololight  gumuk pasir barchan. Di lantai dua terdapat alat-alat pemetaan, di lantai tiga terdapat koleksi tipe-tipe gumuk pasir dan macam-macam batuan, sedangkan di lantai empat tidak ada koleksi namun pengunjung dapat melihat sekeliling museum dan dapat melihat pantaiParangtritis, Prangkusumo dan Depok. Gedung kedua adalah Lorong pengetahuan, di sana terdapat penjelasan singkat mengenai proses terbentuknya gumuk pasir. Gedung terakhir adalah gedung diklat yang berisi simulasi drone untuk pengunjung agar dapat mencoba mengoperasikan drone.

“Aku sebenernya pengin nyoba lagi simulasi drone-nya, tapi disuruh gantian sama mbaknya”, tukas seorang siswa dari SD N Karanganyar. Terlihat dari percakapn mereka bahwa mereka sangat antusias dalam berkunjung ke museum.

2

1

Siang hari di hari yang sama, kunjungan kedua pun datang, yakni MA Nurul Ummah berjumlah 148 siswa dan beberapa guru pendamping. Rombongan datang dengan menggunakan kendaraan bus sebanyak lima buah. Rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Semua kelompok diarahkan masuk ke studio untuk menonton. Studio satu untuk siswa putra dan studio dua untuk siswa putri. Setelah selesai menonton video pariwisata Bantul, mereka bersamaan keluar dari studio dan diarahkan untuk berkeliling museum. selesai berkeliling museum, rombongan diajak untuk foto bersama di depan museum.

kaka