Semarak Museum Gumuk Pasir dalam “Sand Dunes Museum in Harmony”

Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) difasilitasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan dikelola bersama antara Badan Informasi Geospasial (BIG), Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Pada tanggal 11 September 2015, PGSP telah berevitalisasi, dari laboratorium menjadi science park di Daerah Istimewa Yogyakarta. Visi utama PGSP adalah menjadi center of excellent for geospatial information technology, education, research and innovation di bidang kepesisiran dan kelautan di Indonesia. Sebagai science park, PGSP mempunyai berbagai misi untuk mencapai cita-citanya.

Pelayanan dan pengembangan informasi geospasial di bidang kepesisiran dan kemaritiman, serta keberadaan Museum Gumuk Pasir sebagai wisata edukasi merupakan misi penting yang ditujukan untuk masyarakat. Inovasi dan realisasi cerdas tidak akan mampu diwujudkan secara mandiri oleh PGSP. Oleh karenanya, masyarakat sekitar, insan permuseuman, akademisi, dan pejabat publik merupakan pilar kekuatan yang harus bersatu secara harmoni demi kesuksesan cita-cita PGSP sebagai science park di DIY.

Dikemas dengan acara bertajuk “Sand Dunes Museum in Harmony”, PGSP menyelenggarakan acara pada tanggal 28 September 2018 di Parangtritis Geomaritime Science Park. Acara diselenggarakan sebagai ruang berbaur secara harmoni antara mitra PGSP baik dari anggota Barahmus, masyarakat Parangtritis, instansi terkait, dan internal BIG. Acara tersebut terdiri dari acara jalan sehat, talkshow, dan acara malam. Jalan sehat dengan rute melewati gumuk pasir Parangtritis, dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Badan Informasi Geospasial ,Prof. Dr. Ir. Hasanudin Z Abidin , M.Sc, Eng. Dalam sambutan pembukanya, Bapak Kepala BIG menyampaikan bahwa acara yang digelar merupakan perayaan HUT PGSP ke-3 dan dalam rangka HUT BIG ke-49 pada tanggal 17 Oktober 2018 mendatang. Pun demikian, Ki Bambamg Widodo selaku Ketua Umum Barahmus DIY, mengucapkan terima kasih karena telah diikutsertsksn dalam acara “Sand Dunes Museum in Hatmony”dalam sambutan.

WhatsApp Image 2018-09-28 at 13.48.49

Dilanjutkan dengan talkshow, PGSP mengangkat tema “Peran Science Park sebagai Entitas Yogyakarta Istimewa”. Talkshow menghadirkan narasumber kompeten yaitu Kepala Badan Informasi Geospasial, KPH Wironegoro, Dekan Fakultas Geografi UGM, dan Kepala Bappeda Bantul. Dalam closing statement-nya, Prof. Hasan mengungkapkan bahwa, “Perjalanan PGSP bukan hal mudah. Kuncinya pada interaksi dan bermanfaat bagi masyarakat”. Tanggapan tersebut senada dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ibu Fenty, selaku Kepala Bappeda Bantul. “Kuncinya adalah meningkatkan harmoni dengan lingkungan sekitar, baik masyarakat maupun pemerintah”, ungkapnya. Talkshow ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari moderator kepada narasumber. Sementara acara malam, mengangkat tema “Ruang Rindu Gumuk Pasir”, dimeriahkan oleh band papan atas Letto Band, dan home band yaitu Lumos Entertainment. Acara malam sekaligus sebagai kampanye konservasi gumuk pasir Parangtritis.

WhatsApp Image 2018-09-28 at 13.48.55

WhatsApp Image 2018-09-28 at 21.13.59